Bersinergi Tekan Laju Inflasi, Bank Indonesia Dukung Gerakan Tanam Cabai

  • Bagikan
Ket Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja saat menyerahkan secara simbolis bibit cabai kepada Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.

BULELENG, tivibali.com- Pemerintah Kabupaten Buleleng melaksanakan Gerakan Tanam Cabai yang berlokasi di Hutan Kota Banyuasri, Buleleng Bali, dengan memanfaatkan lahan tidur, pada Jum’at (1/3/2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi cabai sehingga mampu menekan laju inflasi, mengoptimalkan ruang pekarangan dan mempromosikan pertanian di tengah perkotaan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja pada kesempatan tersebut menyerahkan secara simbolis bibit cabai kepada Pj. Bupati Buleleng yang selanjutnya diserahkan kepada kelompok
tani Sudhamala Asri. Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian penggunaan Smart Farming dalam budidaya cabai oleh Sekda Provinsi Bali.

Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menyampaikan bahwa program ini terlaksana melalui pemanfaatan lahan tidur seluas 2 hektar milik Pemerintah Kabupaten Buleleng yang belum dioptimalkan sejak 2005.

Untuk tahap awal, lahan ini akan ditanami dengan cabai yang sering menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Buleleng. Selanjutnya, komoditas lain seperti bawang dan sayuran juga akan diujicobakan untuk ditanam di lahan tersebut.

Pengolahan lahan tidur ini dibantu oleh TNI yang didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan pendampingan oleh Dinas Pertanian. Dan ke depan, hasil panen akan dibeli oleh Perumda Buleleng sebagai offtaker”.

Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra selaku Ketua Satgas Pangan Provinsi Bali sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Made Indra juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi memanfaatkan aset lahan milik Pemerintah Daerah yang belum optimal.

Salah satu dukungan BI Bali adalah bantuan penyediaan 12.000 bibit cabai sebagai bentuk komitmen dan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan
pangan di Bali. (mtb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *