TIVIBALI.com, DENPASAR – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung Wayan Puspa Negara menyayangkan fenomena blackout terjadi di wilayah Bali, Sebagai destinasi wisata dunia mestinya PLN mampu menyuguhkan energi yang stabil dan berkelanjutan tanpa gangguan pemadaman, (6/5/2025).
Anggota DPRD Badung ini menyebut hampir satu dasa warsa Bali tidak pernah mengalami fenomena blackou t. sebagai destinasi wisata dunia unsur energi menjadi esensial, pasokan energi itu harus stabil, periodik, berkelanjutan.
Blackout energi listrik ini menjadi noktah dalam pertumbuhan energi dan bisa dikatakan dapat mencoreng nama Bali sebagai destinasi wisata dunia. Ketika terjadi blackout, harusnya PLN memiliki backup energi, terutama untuk objek vital dan daerah destinasi wisata dunia.
Sebenarnya masyarakat mengalami banyak kerugian, akibat pemadaman yang cukup lama transaksi elektronik, terhambat, penerbangan terhambat, komunikasi electronik terhambat, begitu juga kegiatan food and beverage seperti, Friser, kulkas mati sehingga menyebabkan kegiatan kuliner terhambat UMKM juga mengalami kerugian.
“Padam ini apa sih sebabnya, kalaupun padam dalam kondisi mendadak seperti ini, tanggung jawab PLN terhadap konsumen itu seperti apa, dalam Undang-Undang no.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen sudah jelas konsumen harus dilindungi,” ucapnya. Sehingga PLN harusnya bertanggung jawab atas kerugian yang di derita oleh masyarakat.
Ia berpendapat bahwa ketika terjadi black out mestinya ada pengumuman dari PLN berapa lama durasi pemadamannya, info yang bergulir di masyrakatpun berbeda-beda ada yang menyebut akibat gangguan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi), ada informasi PLTU Celukan bawang mengalami gangguan, sehingga informasi tersebut semakin merancukan penyebab blackout, dan menurutnya perlu penjelasan teknik berikut infestigasi terhadap kondisi PLN saat ini.
Secara prinsip sebagai pelaku pariwisata dan Anggota DPRD mewakili masyarakat berharap bahwa pasokan listrik destinasi wisata jangan sampai ada pemadaman bergilir dan jangan sampai padam.
“Bali sebagai Destinasi wisata harus benar-benar mendapat dukungan energi, yang stabil dan berkelanjutan, jika sering terjadi pemadaman atau blackout nama Bali sebagai destinasi wisata dunia akan tercoreng,” ungkapnya.
Puspa Negara berharap jangan sampai ada pemadaman bergilir paska blackout, PLN di harapkan dapat menjaga pasokan energi listrik di wilayah destinasi wisata terutama daerah Bali Selatan, seperti; Kuta Selatan, Kuta Tengah dan Kuta Utara, dan sebagian Mengwi untuk tetap hidup sepanjang masa.
Menurutnya Bali harus memiliki cadangan energi baru, jadi ketika terjadi black out ada suplai energi yang bersumber dari Bali, sumber energi baru dan terbarukan sebagai solusi backup listrik mandiri yang di bangun di wilayah Bali. (MAW)

Tinggalkan Balasan