TIVIBALI.com, DENPASAR- Bertempat di Inna Bali Hotel (Heritage) DPD Partai Demokrat Provinsi Bali menggelar seminar sehari, yang dihadiri oleh 127 peserta dari berbagai kalangan terutama kaum muda termasuk mahasiswa dari 7 universitas di Bali, Sabtu, (26/7/2025).

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta menyebut peran pemuda sangatlah penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia emas 2045, masa depan negara kita ditentukan oleh generasi muda.

“Jadi seminar hari ini dalam upaya mencerdaskan anak muda, hal ini sesuai dengan Komitmen Ketua Umum Partai Demokrat AHY yaitu membangun dan mencerdaskan generasi muda, karena pemuda adalah kekuatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ir. A.A. Kartika Putra selaku ketua pelaksana acara menjelaskan seminar sehari sengaja di hadirkan oleh Partai Demokrat untuk membangun kesadaran berpolitik anak muda, sadar akan hak dan kewajiban, sekaligus untuk meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan sebagai upaya mewujudkan generasi muda yang unggul dan bertanggung jawab.

Salah satu narasumber Tuti Kusuma Wardani, SE.,MM.,M.kes (Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat ) mengapresiasi kaum muda yang terlihat sangat antusias mengikuti seminar sehari yang diselenggarakan oleh DPD Partai Demokrat Provinsi Bali.

Dalam kesempatan Tersebut Tuti Kusuma Wardani, mengajak dan memotivasi generasi muda agar memiliki simpati dengan politik, paham politik, dan mau melaksanakan tugas-tugas politik. Kedepan anak muda tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri namun juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif di dunia politik,” ucapnya.

Menurutnya seminar kali ini adalah langkah strategis Partai Demokrat untuk membangun kader-kader baru, dan membuka pintu generasi muda untuk bergabung dengan Partai Demokrat, maju dan berpartisipasi di bidang politik.

Dalam kesempatan yang sama Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Lidartawan yang juga sebagai narasumber menitipkan 2 (dua) pesan kepada generasi muda, yang pertama adalah green election (pemilu hijau) dan yang kedua soal money politik yang dapat merusak Integritas Demokrasi. (MAW)