TIVIBALI.com, MAKKAH – Ketertiban atas pelaksanaan jadual umrah wajib yang telah ditentukan pihak PPIH Arab Saudi dan yang dilakukan jemaah haji Bali mendapat apresiasi positif dari tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) Sektor IV Makkah.

Menurut jadual, jemaah kloter SUB-70 dijadualkan umrah wajib pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 00.30 WAS. Sedangkan jemaah kloter SUB-71 dijadualkan pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 06.30 WAS. Perbedaan waktu umrah wajib mempertimbangkan waktu kedatangan di Makkah dan kesempatan istirahat bagi jemaah pasca kedatangan.

“Alhamdulillah berdasarkan pemantauan kami, jemaah kloter 70 dan 71 tertib dan tepat waktu melaksanakan umrah wajib sesuai jadual yang telah kami tentukan. Kami berikan apresiasi untuk jemaah haji asal Provinsi Bali pada kloter 70 dan 71,” ujar KH Hafid Ismail, Bimbad Sektor IV, membandingkan dengan beberapa kloter yang telah tiba di Sektor IV Makkah.

Keberhasilan pelaksanaan umrah wajib tersebut tidak lepas dari koordinasi matang yang dilakukan sebelumnya. Pembimbing Ibadah Haji Kloter SUB-70, Hj. Mawaddah, dan SUB-71, H. Yusron Nur Kholis, telah melakukan koordinasi dengan Pembimbing Ibadah (Bimbad) Sektor IV Mekkah terkait waktu pelaksanaan umrah wajib dan konsolidasi intensif dengan jemaah melalui Ketua Rombongan dan Ketua Regu terkait teknis pelaksanaannya.

Pelaksanaan umrah wajib pada waktu yang telah ditentukan dipriroritaskan bagi jemaah yang sehat, non-lansia dan tanpa kursi roda. Sedangkan bagi jemaah lansia, disabilitas dan jemaah sakit akan diatur setelah pelaksanaan umrah wajib yang sesuai jadual.

“Kami akan atur jadual yang lansia setelah mereka dipastikan kondisi fit. Kami ingin memastikan bahwa setiap jemaah haji kloter 70 sudah melaksanakan umrah wajib,” ujar Hj. Mawaddah. Hal senada juga dinyatakan pembimbing ibadah kloter SUB-71. “Insya Allah kami agendakan Senin 11 Mei 2026 sore sampai malam, didampingi oleh para pendampingnya atau karu/karomnya,” jelas H. Yusron Nur Kholis.

Pasca-pelaksanaan umrah waji, Petugas Kloter langsung bergerak cepat melakukan visitasi keliling. Petugas menyambangi jemaah untuk berdialog santai sekaligus memastikan pelaksanaan ibadahnya telah sempurna serta kondisi fisik para jemaah haji tetap bugar (fit) dan sehat untuk menghadapi rangkaian ibadah selanjutnya.

Sebagai langkah antisipasi kesehatan, pihak kloter juga telah menyiapkan layanan medis darurat. Jika ada jemaah yang merasa kurang sehat, petugas siap mendampingi dan mengantarkan jemaah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Satelit yang berlokasi di Hotel 406 Oriens Syisah Makkah.

Sumber : Kemenhaj Bali