Mengajar dengan Senyum, Berkarya dengan Serius
TIVIBALI. com – Di kampus, ada dosen yang datang dengan wajah tegang seolah soal ujian hidup belum selesai. Tapi ada juga sosok yang masuk kelas sambil membawa senyum, candaan, dan suasana cair. Mahasiswa nyaman, kelas hidup, ilmu tetap masuk. Nah, di jalur langka itulah berdiri sosok Dr. Dandy Pramana Hostiadi, S.Kom., M.T.
Lahir di Surabaya tahun 1987, berakar dari Bali, Dandy adalah contoh manusia yang membuktikan bahwa orang humoris bukan berarti main-main. Justru kadang yang sering bikin orang tertawa, diam-diam sedang membuat prestasi bekerja lembur.
Perjalanan akademiknya dimulai dari STIMIK STIKOM Bali (kini ITB STIKOM Bali) pada Program Studi Sistem Komputer. Setelah itu ia melanjutkan magister di bidang Teknik Elektro Universitas Udayana. Belum cukup sampai di sana, ia tancap gas ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan meraih gelar Doktor Ilmu Komputer tahun 2022.
Yang bikin banyak orang garuk kepala kagum: ia disebut sebagai alumni pertama ITB STIKOM Bali yang meraih gelar doktor. Ini seperti pemain lokal yang tiba-tiba jadi top skor liga. Mengejutkan, membanggakan, dan membuat tribun akademik berdiri memberi aplaus.
Bidang yang ia tekuni pun bukan bidang receh. Saat banyak orang masih bingung bedanya modem dan router, Dandy justru masuk ke dunia keamanan siber, khususnya deteksi malware botnet. Bahasa sederhananya: ketika sebagian orang sibuk update status, beliau sibuk menjaga sistem agar tidak dibobol penjahat digital.
Namun Dandy bukan tipe ilmuwan yang bersembunyi di balik layar monitor. Ia aktif menulis publikasi ilmiah, hadir di seminar, menjadi pembicara, bahkan pernah mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Kemahasiswaan. Kini ia dipercaya sebagai Direktur Pascasarjana, memimpin bersama tim yang solid, loyal, kolaboratif, dan adaptif.
Kisah ini juga menunjukkan bahwa prestasi dosen tidak tumbuh sendirian. Ada ekosistem yang menyuburkan. Dukungan kampus, kesempatan studi lanjut, dan kepercayaan pimpinan menjadi bahan bakar penting. Dalam hal ini, Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, memberi contoh bahwa kampus kuat bukan hanya soal gedung megah, tetapi soal dosen yang terus diberi ruang untuk naik kelas.
Dr. Dandy membuktikan bahwa akademisi tak harus kaku seperti papan pengumuman. Ia bisa santai di kelas, hangat dalam interaksi, tapi tetap serius dalam riset.
Pesan terbesarnya sederhana: jangan remehkan orang lucu di kampus. Bisa jadi saat Anda tertawa mendengar candanya, ia sedang menulis penelitian yang membuat hacker menangis pelan-pelan.
Karena kadang, prestasi terbesar datang bukan dari orang paling ribut bicara sukses, tapi dari mereka yang tenang bekerja, sambil sesekali melempar humor. (adv)

Tinggalkan Balasan