DENPASAR, tivibali.com- Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Wagub Giri Prasta, hadiri Halal Bihalal yang di selenggarakan oleh MUI Bali, Napak hadir sejumlah tokoh muslim Bali yang tergabung dalam berbagai organisasi; MUI Bali, PWNU Provinsi Bali, PW Muhammadiyah Bali, dan beberapa elemen dan tokoh muslim lainya seperti Pengasuh Pondok Pesantren, Akademisi, politisi, Mahasiswa, Santri, dan juga komunitas Jurnalis Muslim Bali, pada Sabtu, (19/4/2025).
” titiang seneng banget bisa berkumpul dengan tokoh Muslim Bali, ini keren banget, bisa di tiru dan dilaksanakan secara rutin”, ujar Gubernur Koster di hadapan 300 tokoh dan elemen masyarakat muslim Bali yang hadir di Hotel, Pop Haris Cokroaminoto Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengajak seluruh tokoh Dan elemen masyarakat muslim Bali untuk untuk mendukung program prioritas pemerintahan Provinsi Bali, yaitu ; Penanganan sampah berbasis sumber dan penanganan kemacetan di wilayah Denpasar dan Badung.
“Pemerintah provinsi Bali sudah menyusun tim percepatan untuk menangani masalah sampah dan kemacetan, untuk penanganan sampah berbasis sumber, kita sudah buatkan regulasinya, tinggal di eksekusi saja program Bali Bersih Sampah”, ujar Gubernur Koster.
Untuk mengatasi kemacetan, selain menyiapkan transportasi masal kita juga akan membangun infrastruktur untuk mengatasi kemacetan, terutama infrastruktur penunjang pariwisata dengan skema kerjasama menggunakan dana APBD Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Gianyar dan Tabanan.
Dalam kesempatan tersebut Koster juga mengajak seluruh elemen masyarakat Bali untuk kompak menjaga Bali, jaga lingkungan, alam Bali, jangan rusak Bali ini, kalau Bali rusak rugi kita. Bali bukan hanya milik kita, namun juga milik Indonesia bahkan milik dunia.
Gubernur Koster juga meminta masyarakat untuk mengusung rasa toleransi terhadap sesama.”Saya kira semua agama mengajarkan dengan nilai-nilai yang baik, penuh harmoni toleransi, Semuanya ajarin baik -baik, jadi harus bener-bener kita jaga Bali ini,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua MUI Bali Drs H. Mahrusun menyebut halal bihalal ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar tokoh muslim dan pemerintah provinsi Bali.
Lebih lanjut, Dirinya menjelaskan ada 3 (tiga) peran MUI; yang pertama melindungi masyarakat muslim, yang kedua sebagai pelayan dalam menyelesaikan masalah-masalah umat dan peran ketiga adalah majelis ulama juga sebagai mitra kerja pemerintah.
Sehingga dalam halal bihalal ini, Ketua MUI Bali mengajak agar warga muslim Bali mendukung program prioritas pemerintah seperti Bali Bersih Sampah dan Kelestarian Alam Bali. (MAW).

Tinggalkan Balasan