TIVIBALI.com, BADUNG – Politisi sekaligus Tokoh masyarakat Kuta Bali I Wayan Puspa Negara menggelar aksi bersih-bersih pantai legian Kuta Bali, aksi nyata ini melibatkan pelaku usaha di sektor pariwisata, aktifis dan pecinta lingkungan, Jum’at (15/5/2026), pagi.
Sejak pagi, nampak terlihat pelaku usaha dan aktifis lingkungan di wilayah Legian, Kuta dan Seminyak sudah mulai berdatangan membawa alat kebersihan, sebagian terlihat menikmati keindahan pantai Kuta Bali, sebagian juga melakukan olah raga kecil untuk meregangkan otot.
Tepat pukul: 07.00 Wita aksi bersih Pantai, ‘Green Clean Up’ mulai dilaksanakan, team yang hadir di bagi dua, team pertama bertugas mengambil sampah organik dan team kedua bertugas mengambil sampah Non Organik sekitar 30 menit kedua team kembali ke titik awal mengumpulkan sampah yang sudah terpisah ke tempat sampah organik dan non organik.
Puspa Negara menjelaskan bahwa kegiatan Green Clean Up adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi yang dilaksanakan di pantai Legian – Kuta Bali, dengan tujuan agar pantai Bali tetap bersih, sehat dan asri.
Selain itu dirinya menyebut kegiatan ini adalah untuk menjaga habit (kebiasaan masyarakat) agar terbiasa mengelolah sampah berbasis sumber; di mulai dengan membiasakan memilah sampah organic, non organik untuk mendukung terciptanya Bali bersih sampah.
“Masalah sampah adalah tanggung jawab kita bersama, jadi aksi green Clean up ini adalah langkah strategis untuk menjaga Bali tetap bersih, sehat dan asri, dan ini akan kita lakukan secara intens dan berkelankutan”, ujarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Badung ini sengaja melibatkan pelaku usaha di sekitar kawasan Legian dan Kuta Bali untuk ikut dalam kegiatan aksi bersih-bersih pantai sebagai upaya untuk membangun budaya bersih sampah berbasis sumber dengan membiasakan memilah sampah organik dan non organik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“melalui aksi nyata ini secara tidak langsung kita telah melakukan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, untuk membiasakan memilah sampah dan mengelolah sampah berbasis sumber, dan kebiasaan ini diharapkan akan menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat Bali”, pungkasnya. (MAW)

Tinggalkan Balasan