TIVIBALI.com, DENPASAR – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan terus memperkuat budaya keselamatan kerja guna memastikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat berjalan aman dan andal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Apel Gelar Pasukan dan Pengecekan Peralatan Yantek, perabasan, Aruna, dan mitra kerja KHS yang digelar pada Rabu (20/5/2026) di kantor PLN UP3 Bali Selatan.
Kegiatan rutin tersebut melibatkan 23 mitra kerja serta lima Unit Layanan Pelanggan, yakni Denpasar, Sanur, Kuta, Mengwi, dan Tabanan. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan kesiapan personel, kelengkapan alat kerja, hingga alat pelindung diri (APD) sebelum petugas melaksanakan pekerjaan di lapangan.
Manager PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa, menegaskan bahwa keselamatan kerja menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas pelayanan kelistrikan karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Keselamatan kerja menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, kami terus mengingatkan dan mengedukasi seluruh mitra kerja agar senantiasa disiplin dalam penggunaan APD serta menjalankan pekerjaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Alexander, pengawasan dilakukan secara ketat terhadap seluruh mitra, mulai dari pekerjaan jaringan tegangan rendah, gardu, penyambungan pelanggan hingga pemeliharaan teknik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berlangsung aman sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.
Selain apel gelar pasukan, PLN juga rutin melaksanakan kegiatan briefing keselamatan atau *safety briefing* sebelum pekerjaan dimulai. Kegiatan tersebut meliputi briefing, pengecekan personel, hingga doa bersama sebagai bagian dari mitigasi risiko kerja.
“Setiap pekerjaan wajib diawali dengan briefing atau CBD (Chat, Briefing dan Doa). Semua personel, baik pekerja PLN maupun mitra, wajib mengikuti sebelum turun ke lapangan,” jelasnya.
PLN memastikan seluruh petugas menggunakan APD sesuai standar pekerjaan. Kelengkapan tersebut meliputi helm standar SNI, sarung tangan khusus kelistrikan, hingga perlengkapan pengaman lainnya sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan.
“Tujuannya tentu melindungi pekerja dari risiko tersengat arus listrik,” katanya.
Alexander menegaskan bahwa disiplin penggunaan APD dan kepatuhan terhadap SOP menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja di lapangan.
“Helm standar SNI, sarung tangan karet, dan seluruh tahapan SOP harus dipatuhi. Tidak boleh ada prosedur yang dibypass,” tegasnya.
Dalam kegiatan pengecekan tersebut, PLN juga menerapkan evaluasi dan pembinaan bagi personel maupun mitra kerja yang belum memenuhi standar keselamatan kerja. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang aman dan profesional.
Ia menilai kesadaran para mitra kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja saat ini sudah semakin baik. Bahkan sejumlah mitra secara rutin menggelar edukasi internal terkait penggunaan APD kepada anggotanya setiap bulan.
“Goal utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh pekerjaan berjalan aman, peralatan aman, dan seluruh petugas selamat saat bekerja di lapangan,” katanya.
Selain memperkuat aspek keselamatan kerja, PLN UP3 Bali Selatan juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Seluruh petugas pelayanan diwajibkan menerapkan budaya layanan PS4, yakni penampilan, sikap, senyum, salam, dan sapa dalam setiap interaksi dengan pelanggan.
“Petugas pelayanan harus melayani dengan hati, memberikan respon cepat, termasuk saat melakukan perbaikan gangguan. Evaluasi terhadap keterlambatan pelayanan juga terus kami lakukan,” pungkasnya.
Salah satu peserta apel dari tim Yantek PLN UP3 Bali Selatan, I Ketut Suarnata, mengatakan bahwa tenaga alih daya yang bekerja sama dengan PLN memiliki komitmen untuk selalu mematuhi aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap pekerjaan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
“Kami memahami bahwa pekerjaan di lapangan memiliki risiko tinggi, sehingga penggunaan APD dan kepatuhan terhadap SOP menjadi hal yang wajib. Dengan disiplin terhadap aspek K3, pekerjaan dapat berjalan aman dan pelayanan kepada pelanggan tetap optimal,” pungkasnya. (mtb)

Tinggalkan Balasan