DENPASAR, TIVIBALI.com – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam KAHMI Provinsi Bali menggelar Musyawarah Wilayah Muswil VII di Hotel Puri Ayu Denpasar, Sabtu (13/6/2026). Forum ini menjadi titik balik KAHMI Bali untuk memperkuat konsolidasi dan merancang arah gerak organisasi ke depan.

Koordinator Presidium Majelis Nasional MN KAHMI Prof Dr Ir H Abdullah Puteh MSi hadir langsung dan menegaskan Muswil bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan. Muswil VII mengusung tema Memperkuat Konsolidasi KAHMI Bali, Membangun Sinergi yang Harmoni dan Berkelanjutan yang dinilai sangat tepat dengan kondisi saat ini.

KAHMI tidak boleh terjebak pada romantisme masa lalu, ujar Abdullah Puteh di hadapan peserta Muswil. Kita harus menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman, baik itu disrupsi teknologi maupun dinamika ekonomi global. Mantan Gubernur Aceh itu mendorong KAHMI Bali besar dalam jumlah dan solid dalam visi.

Dalam arahannya, Abdullah Puteh menitipkan empat poin penting untuk dibahas Muswil. Pertama memperkuat internal organisasi melalui komunikasi sehat dan semangat kolektif. Kedua memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, hingga dunia usaha untuk akselerasi pembangunan Bali.

Ketiga fokus pada penguatan kaderisasi agar alumni muda KAHMI terus berkiprah di sektor strategis. Terakhir, ia berharap lahir program-program nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar seremonial. Empat poin ini menjadi pijakan arah gerak KAHMI Bali lima tahun ke depan.

Abdullah Puteh juga mengapresiasi semangat kebersamaan KAHMI Bali. Ia menyebut Bali merupakan miniatur Indonesia yang kaya harmoni, sehingga KAHMI di wilayah ini memiliki posisi strategis sebagai perekat persaudaraan dan jembatan dialog lintas komunitas dan generasi.

Ia percaya dengan komitmen kuat, KAHMI Bali akan semakin maju dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan peradaban. Muswil VII diharapkan berjalan demokratis dan menghasilkan keputusan strategis agar organisasi lebih inklusif, toleran, dan produktif bagi umat dan bangsa. (mtb)