DENPASAR, TIVIBALI.com – Gubernur Bali I Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Keamanan dan Kondusivitas Bali sebagai Destinasi Wisata Dunia. Rapat ini membahas situasi keamanan, isu digital, dan keimigrasian untuk memastikan Bali tetap aman dan nyaman bagi wisatawan.
Rapat bertempat di Gedung Kertha Sabha, Jayasaba, Denpasar Bali. Nampak hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kajati, Danrem, Danlanal, dan Kepala Imigasi, (28/7/2026). Pembahasan menyoroti dinamika di media sosial, penanganan kasus yang melibatkan warga asing dan warga lokal, serta upaya pencegahan konflik di tingkat desa.
Gubernur Koster menjelaskan bahwa Bali saat ini dalam keadaan baik, aman, dan kondusif, namun ia menyoroti adanya persepsi negatif di media sosial yang tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan. “Evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi terkait insiden pengeroyokan di Baturiti, Gubernur menyebut pihak kepolisian telah mengamankan 5 orang pelaku dan proses hukum sedang berjalan.
Gubernur juga meluruskan isu terkait komunitas eksklusif Warga Negara Asing WNA, “tidak ditemukan bukti adanya komunitas eksklusif WNA yang bermasalah saat ini. Isu yang berkembang di media tidak sepenuhnya benar,” tegas Koster.
Komunitas eksklusif WNA yang sebelumnya ada kini sudah tidak ada lagi. Untuk aktivitas komunitas seperti komunitas lari di Canggu, diperbolehkan selama tidak mengganggu ketertiban umum dan dilakukan secara wajar.
Pemerintah telah melakukan sosialisasi ke desa-desa untuk mencegah potensi konflik. Kepala desa diimbau aktif menjaga situasi dan memberikan pemahaman kepada warganya.
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Bali juga bersinergi menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, program ini tidak hanya menyasar wilayah Sidatapa, tetapi juga desa-desa lain, yang bertujuan untuk mencegah masyarakat terlibat dalam tindakan kriminal. (MAW)

Tinggalkan Balasan