DENPASAR, TIVIBALI.com – Saat umat Hindu di Bali khusyuk sembahyang Galungan bersama keluarga, (18/6/2026), dua petugas dispatcher PLN UP2D Bali tetap duduk di depan layar. I Nyoman Sukra Lestiawan dan I Made Triananda PP siaga 24 jam jaga sistem kelistrikan Bali tetap terang.

Di ruang kendali PLN UP2D Bali tak ada aroma banten atau canda keluarga. Yang ada layar SCADA menyala terus, memantau jaringan listrik seluruh Bali tanpa henti. Galungan terasa berbeda bagi mereka.

Sebagai dispatcher, keduanya atur pola penyaluran listrik, pantau jaringan real time, manuver sistem saat gangguan, koordinasi petugas lapangan, sampai ambil keputusan operasional. Tujuannya satu: pasokan listrik aman saat umat beribadah.

I Nyoman Sukra Lestiawan sadar profesinya tak kenal hari libur. “Sebagai petugas dispatcher, kami menyadari listrik harus tetap tersedia setiap saat, termasuk saat hari raya. Tugas kami pastikan sistem aman agar masyarakat beribadah tenang,” ujarnya.

I Made Triananda PP mengaku ada rasa ingin kumpul keluarga lebih lama. “Tapi pelayanan kelistrikan tidak mengenal hari libur. Ketika masyarakat sembahyang nyaman, itu kebanggaan kami,” katanya.

Di balik layar, mereka pantau semua parameter lewat SCADA. Teknologi ini bikin kondisi jaringan Bali terpantau langsung. Gangguan kecil langsung ketahuan, penanganan bisa cepat sebelum padam.

Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra apresiasi dedikasi personel. “Galungan momen sakral. Kami komitmen jaga keandalan listrik agar umat ibadah nyaman. Dispatcher ada di garda terdepan,” tegasnya.

Terang Karena Pengabdian*
Bagi masyarakat nyala lampu saat Galungan terasa biasa. Padahal di balik itu ada pengabdian dispatcher yang rela tunda kumpul keluarga. Saat doa dipanjatkan, mereka jaga energi tetap mengalir. Bali tetap terang karena ada yang siaga. (mtb)