DENPASAR, TIVIBALI.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) sekaligus Wakil Menteri Pertanian Dr. H. Sudaryono, menegaskan HKTI harus menjadi rumah besar bagi petani dan mitra strategis pemerintah.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan DPD HKTI Provinsi Bali periode 2026-2031 di Denpasar, Kamis (10/7/2026).

“HKTI harus menjadi rumah besar bagi petani dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun pertanian. Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan petani makmur, petani maju, Indonesia sejahtera,” ujar Sudaryono.

Ia mendorong pengurus baru DPD HKTI Bali agar segera menjalankan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan petani. Sudaryono juga mengapresiasi kepengurusan baru dan berharap sinergi dengan pemerintah daerah, DPC HKTI se-Bali, serta seluruh stakeholder pertanian terus diperkuat.

Sesuai Surat Keputusan Dewan Pimpinan Nasional HKTI Nomor 039/DPN HKTI/VII/2026 tentang Susunan dan Personalia DPD HKTI Provinsi Bali periode 2026-2031. I Made Mulyawan Arya resmi dilantik sebagai Ketua Dewan DPD HKTI Provinsi Bali periode 2026-2031.

Dalam SK tersebut, Luh Ayu Adi Wardani ditunjuk sebagai Sekretaris dan Ni Made Lia Pratyan Santi sebagai Bendahara DPD HKTI Bali.

Pelantikan ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Pimpinan DPRD Provinsi Bali, pejabat Kementerian Pertanian, perwakilan Kapolda Bali, Perwakilan Kodam IX/Udayana, serta pengurus DPC HKTI se-Provinsi Bali, petani, peternak, nelayan dan tokoh masyarakat.

Made Mulyawan Arya menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar.

Ia berharap ke depan HKTI Bali dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder pertanian untuk mewujudkan visi “Petani Makmur, Petani Maju, Indonesia Sejahtera”.

Kepengurusan HKTI Bali ke depan tidak akan bekerja dari balik meja, “kami HKTI Bali sudah sepakat kita tidak ada HKTI yang berada di balik meja. Jadi kita semua HKTI harus lebih banyak berada di kebun, berada di sawah, berada di lapangan. Jadi kita tahu kondisi-kondisi para petani, nelayan, dan peternak,” tandasnya.(MAW)