DENPASAR,TIVIBALI.com – Memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID Bali menyalurkan bantuan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam memastikan setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Bekerja sama dengan Yayasan Insan Mandiri Home Schooling, YBM PLN menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada lima penerima manfaat. Kelima anak tersebut adalah Meutia Salma Afisa, Gusti Rangga, Kaka Barkah, Natasya Sisilia, dan Raziq Syafid Mirza. Yayasan ini memang fokus mendampingi ABK melalui pendekatan pembelajaran sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.

Selain biaya pendidikan, YBM PLN juga menyerahkan bingkisan kepada orang tua penerima manfaat. Dukungan ini diberikan sebagai apresiasi kepada keluarga yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang anak. Pada kesempatan yang sama, YBM PLN turut menyalurkan bantuan dana operasional kepada Yayasan Insan Mandiri Home Schooling untuk peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran.

Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana ZISWAF yang dikelola YBM PLN. Dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf itu berasal dari pemotongan penghasilan pegawai PLN melalui payroll, serta donasi masyarakat. Dana dikelola secara profesional dan transparan untuk program pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan.

Ketua YBM PLN UID Bali, Moh. Fajar Jamaluddin, menegaskan bantuan ini adalah amanah dari pegawai PLN.
“Setiap rupiah yang kami salurkan adalah amanah dari para pegawai PLN yang menunaikan zakat melalui YBM PLN. Karena itu, kami berkomitmen memastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fajar.

Ia berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi ABK untuk terus belajar dan mengembangkan potensi. Senada, General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, menyebut pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa.
“Pendidikan merupakan bekal penting bagi masa depan setiap anak. Karena itu, PLN melalui YBM PLN ingin berkontribusi menghadirkan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Ajrun.

Ketua Yayasan Insan Mandiri Home Schooling, Ridwan Purnomo, mengapresiasi dukungan tersebut.
“Anak-anak di yayasan kami adalah anak-anak berkebutuhan khusus yang masing-masing memiliki cara belajar dan potensi yang berbeda. Dukungan dari YBM PLN bukan hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga menjadi penyemangat,” tutur Ridwan.

Bagi PLN, makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui listrik yang andal, tetapi juga melalui upaya membuka kesempatan setara bagi seluruh anak bangsa. Melalui YBM PLN, perusahaan berkomitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (mtb)