DENPASAR, TIVIBALI.com – Di tengah dinamika geopolitik regional dan kompleksitas tugas kewilayahan, Kodam IX/Udayana melakukan penyegaran komando. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengingatkan, jabatan di militer bukan hadiah karier. Ia adalah amanah yang menuntut pengabdian nyata kepada masyarakat.

Pesan itu mengemuka saat Pangdam memimpin Upacara Serah Terima Jabatan dan Tradisi Laporan Korps Pejabat Kodam IX/Udayana di Aula Supardi, Makodam, Denpasar, Sabtu (29/8/2026).

Bagi Pangdam, rotasi jabatan bukan peristiwa administratif biasa. Ini adalah instrumen penting menjaga denyut organisasi agar tetap adaptif.

Pergantian jabatan bukan sekadar perpindahan personel. Ini proses regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi. Tujuannya agar kita tidak tertinggal oleh tuntutan tugas dan perkembangan zaman,” tegas Mayjen Piek dalam amanatnya.

Dari Simbol ke Solusi

Penekanan Pangdam mengarah pada satu hal: perubahan orientasi. Dari sekadar menjaga simbol negara, TNI AD di wilayah Bali, NTB, dan NTT didorong hadir sebagai problem solver.

Pangdam secara khusus memerintahkan para pejabat baru untuk segera menyatu dengan karakteristik wilayah dan membangun jejaring. Sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, tokoh adat, hingga masyarakat sipil disebut sebagai kunci.

“Bangun komunikasi dan sinergi. Hadirkan TNI AD sebagai solusi bagi kesulitan masyarakat. Terutama saat bencana, dalam kegiatan sosial, dan persoalan-persoalan di wilayah,” perintahnya.

Pernyataan itu relevan dengan tantangan Kodam IX/Udayana. Wilayah kerjanya adalah daerah rawan bencana, jalur wisata internasional, dan memiliki keragaman sosial budaya yang tinggi.

Estafet 5 Jabatan Strategis

Mutasi kali ini menyasar pos-pos vital. Asintel Kasdam yang dijabat Kolonel Kav Guruh Prabowo Wirajati kini dipromosikan menjadi Dirbinum Pusintelad di Mabesad. Tongkat estafet intelijen diserahkan kepada Kolonel Inf Dharmawan Setyo Nugroho.

Di bidang logistik, Kolonel Cba Ilham Rusydi bergeser menjadi Dirbinjasaang Pusbekangad. Kursi Kabekangdam kini dipegang Letkol Cba Nazharnoor.

Rotasi juga terjadi di bidang komunikasi. Kolonel Cke Gerson Alexander ditugaskan sebagai Kakomlekdam XXIII/PW. Posisinya di Udayana digantikan Kolonel Cke I Gusti Ngurah Sumahardika.

Kolonel Inf Amin M. Said dilepas dari jabatan Kajasdam untuk mengisi pos Kasiter Kasrem 162/WB di Mataram. Penggantinya adalah Letkol Arm Ketut Wira Purbawan.

Sementara itu, Dandenkav 4/Shimha Pasopati Mayor Kav Fariz Yukito diberangkatkan menempuh Pendidikan Seskoad. Komando pasukan kavaleri kini dipegang Kapten Kav Eka Syarif Hidayat Sunarto.

Pembinaan Berkelanjutan

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan, mutasi adalah bagian dari siklus pembinaan personel TNI AD.

“Setiap jabatan membawa tantangan berbeda. Pejabat baru harus cepat adaptif, komunikatif, dan memperkuat sinergitas. Komitmen kami jelas: meningkatkan profesionalisme prajurit agar pengabdian TNI dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” ujar Amrizal.

Dengan wajah-wajah baru di jajaran komando, Kodam IX/Udayana berharap soliditas internal menguat. Sekaligus kesiapsiagaan satuan dalam menjaga stabilitas dan membantu masyarakat di tiga provinsi wilayahnya semakin optimal. (ad/maw)