MENGWI, TIVIBALI.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Sekaa Teruna (ST) Kertha Budhi, Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan seni, adat, tradisi, dan budaya Bali di tengah arus modernisasi.

Apresiasi tersebut disampaikan Wabup Alit Sucipta saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 ST Kertha Budhi di Mengwi, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Wabup, organisasi kepemudaan berbasis adat memiliki posisi strategis sebagai instrumen regenerasi sosial-budaya serta wadah penguatan partisipasi pemuda dalam pembangunan desa.

Ia menilai berbagai kegiatan dalam rangkaian HUT ke-47 tersebut merepresentasikan implementasi nyata nilai filosofis Tri Hita Karana, yakni keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“Sekaa Teruna Kertha Budhi telah mampu mengamalkan konsep Tri Hita Karana melalui kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antarmanusia, tetapi juga membangun kepedulian tinggi terhadap alam, seperti penanaman pohon dan penebaran benih ikan di sungai,” ujar Alit Sucipta.

Selain dimensi sosial dan ekologis, Wabup secara khusus mengapresiasi inisiatif rekonstruksi kesenian Janger Pererenan era 1960-an. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah konkret revitalisasi warisan budaya yang dapat memperkuat identitas kolektif masyarakat.

“Saya berharap kesenian Janger yang direkonstruksi melalui kolaborasi ST Kertha Budhi bersama Sanggar Pudak Arum dan Sanggar Wredayamuni ini dapat terus dikembangkan. Semoga ke depan memperoleh kesempatan tampil sebagai Duta Seni Kabupaten Badung pada Pesta Kesenian Bali 2027,” tegasnya.

Wabup menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus memfasilitasi dan memotivasi kegiatan positif generasi muda, mulai dari pengembangan seni, olahraga, kreativitas, hingga pelestarian adat dan tradisi sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemudaan.

Sementara itu, Ketua ST Kertha Budhi I Made Surya Parta Legawa menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Ia menjelaskan, tema HUT ke-47 “Utthana Yowana, Raksa Samskrti” mengandung filosofi kebangkitan generasi muda dalam menjaga dan merawat warisan budaya leluhur agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian HUT telah diisi dengan turnamen bulu tangkis pada 12–17 Oktober 2026, aksi sosial lingkungan pada 23 Oktober 2026, serta rekonstruksi Janger Pererenan yang dimulai sejak 28 September 2026.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Camat Mengwi, unsur Tripika Mengwi, Perbekel Pererenan I Nyoman Sumartana, Bendesa Adat Pererenan I Gusti Ngurah Rai Suara, jajaran kelian adat dan dinas se-Desa Pererenan, serta tokoh masyarakat Banjar Pengembungan. (ad/maw)