TIVIBALI.com, SURABAYA – Seluruh jemaah haji (hujjaj) asal Provinsi Bali diminta untuk menjaga ritme ibadah agar dapat mempertahankan dan menjaga kesehatannya selama berada di tanah suci.

Demikian pesan yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bali, H. Mahmudi, saat melepas jemaah haji kloter SUB-70 dan SUB-71, Minggu,(10/5/2026). Tercatat sebanyak 375 jemaah berangkat melalui kloter SUB-70 dan 371 melalui kloter SUB-71.

Menurut H. Mahmudi, jemaah adalah pihak yang paling mengerti kondisi dirinya sendiri sehingga diri sendirilah yang paling mengerti kapan sebaiknya berbuat dan kapan sebaiknya beristirahat. “Kalau alarm tubuh menyatakan kondisi tidak fit, jangan memaksakan diri untuk terus umrah sunnah atau ke masjidil harom demi mengajar pahala. Apalagi mendekati puncak haji, lebih baik banyak beristirahat, menyiapkan fisik untuk ibadah armuzna,” ujarnya.

Jemaah kloter SUB-70 diberangkatkan dari asrama haji embarkasi pada Ahad, 10 Mei 2026 pukul 03.00 WIB dan rencana diterbangkan ke Jeddah pada pukul 07.05 WIB. Sedangkan kloter SUB-71 berangkat dari asrama haji pada pukul 04.00 WIB dan diterbangkan pada pukul 08.05 WIB.

Direncanakan seluruh jemaah haji Provinsi Bali tinggal dan menjalani prosesi ibadah selama 40 hari dan diagendakan balik ke Indonesia dan tiba di Surabaya pada Jumat, 19 Juni 2026 pukul 17.35 WIB untuk SUB-70 dan pukul 19.35 WIB untuk SUB-71. (mtb)

Sumber: Kemenhaj Bali