DENPASAR, TIVIBALI.com – PLN UP3 Bali Selatan menyiagakan sistem kelistrikan berlapis di kawasan Ardha Candra Art Centre untuk mendukung kelancaran Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026. Skema pengamanan itu diterapkan agar seluruh rangkaian pertunjukan harian di Art Centre Denpasar dapat berjalan tanpa gangguan pasokan listrik, (23/6/2926) kemarin.

Sebagai ajang seni budaya terbesar di Bali, PKB menjadi panggung seniman sekaligus destinasi wisatawan untuk menikmati ekspresi budaya Bali. Setiap pertunjukan membutuhkan infrastruktur memadai agar pengalaman pengunjung optimal, termasuk dari sisi kelistrikan.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, PLN UP3 Bali Selatan menyiagakan pengamanan berlapis di lokasi acara. Pasokan listrik utama disuplai dari jaringan PLN yang terhubung dengan Gardu Induk Sanur, didukung jalur cadangan sebagai antisipasi gangguan sistem utama.

Selain itu, PLN menyiapkan perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA dan 100 kVA. Perangkat itu menjaga kontinuitas pasokan listrik untuk tata suara, layar LED, pencahayaan panggung, serta fasilitas pendukung lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian upaya PLN menghadirkan pengalaman terbaik bagi masyarakat. Dengan sistem pengamanan berlapis, pertunjukan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa terganggu potensi gangguan kelistrikan yang memengaruhi kenyamanan penonton maupun penampil.

Manajer PLN UP3 Bali Selatan Alexander J. Manuhuwa mengatakan keandalan pasokan listrik penting untuk mendukung ruang budaya yang dinikmati masyarakat.

“PKB merupakan ikon budaya Bali yang setiap tahun menjadi perhatian masyarakat dan wisatawan. Karena itu, kami memastikan sistem kelistrikan yang menyuplai lokasi kegiatan berada dalam kondisi andal melalui skema pengamanan berlapis dan personel siaga di lapangan. Harapannya, masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian pertunjukan dengan nyaman dan tanpa gangguan,” ujar Alexander.

Salah seorang pengunjung asal Denpasar, Surya, menilai kenyamanan selama pertunjukan membuat masyarakat betah menikmati rangkaian PKB.

“Kami datang untuk menikmati pertunjukan seni dan budaya Bali. Saat seluruh fasilitas pendukung berfungsi dengan baik, masyarakat bisa lebih fokus menikmati penampilan para seniman dan suasana acara terasa lebih nyaman,” katanya.

Selama PKB berlangsung, personel PLN disiagakan untuk pemantauan berkala kondisi sistem kelistrikan serta memastikan seluruh perangkat pendukung beroperasi optimal. Kehadiran petugas siaga di lokasi menjadi langkah preventif menjaga kontinuitas pasokan listrik.

Melalui dukungan kelistrikan yang andal, masyarakat dapat menikmati setiap pertunjukan seni, musik, tari, dan budaya di PKB XLVIII 2026 dengan lebih nyaman. Keandalan pasokan listrik tidak hanya menjaga kelancaran acara, tetapi juga mendukung pelestarian budaya Bali melalui penyelenggaraan ruang apresiasi seni yang berkualitas dan berkelanjutan. (mtb)