MALANG, TIVIBALI.com- Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk membangun pusat Grand Parent Stock (GPS) unggas terintegrasi berskala raksasa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (12/3/2026). Proyek strategis nasional ini disiapkan sebagai fondasi untuk memperkuat kemandirian bibit unggas dan menjaga pasokan pangan nasional secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, fasilitas GPS di Malang akan menjadi hulu utama industri perunggasan nasional. Dari pusat inilah bibit unggul akan dipasok untuk kebutuhan peternakan di seluruh Indonesia, sehingga rantai pasok tidak lagi bergantung pada impor dan mampu menekan fluktuasi harga di tingkat peternak maupun konsumen.
Grand Parent Stock merupakan kelompok induk unggas tertinggi yang menjadi sumber untuk menghasilkan Parent Stock, yang selanjutnya memproduksi ayam komersial atau Final Stock. Selama ini, ketersediaan GPS menjadi titik krusial yang menentukan kualitas, produktivitas, dan ketahanan bibit ayam nasional. Dengan dibangunnya pusat terintegrasi di Malang, pemerintah menargetkan produksi bibit yang lebih seragam, sehat, dan berdaya saing tinggi.
Pemilihan Kabupaten Malang bukan tanpa alasan. Menurut Amran, Jawa Timur memiliki peran paling strategis dalam peta pertanian nasional. Wilayah ini menjadi lumbung utama untuk sejumlah komoditas vital, mulai dari padi, jagung, tebu, telur, daging ayam, hingga susu. Infrastruktur peternakan yang sudah matang dan ekosistem agribisnis yang kuat dinilai menjadi modal utama untuk keberhasilan proyek senilai Rp3 triliun tersebut.
Pembangunan pusat GPS ini juga menjadi bagian dari strategi besar Kementan dalam menghadapi tantangan iklim. Di tengah ancaman kemarau panjang dan potensi fenomena El Nino, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga. Penguatan sektor peternakan melalui penyediaan bibit unggul diyakini akan menjadi penopang ketahanan pangan ketika sektor tanaman pangan menghadapi tekanan iklim.
Di sisi lain, Amran memastikan kondisi cadangan pangan nasional, khususnya beras, berada dalam posisi aman. Ia menyebut kapasitas gudang nasional mencapai sekitar 3 juta ton, sementara stok beras yang ada saat ini mencapai 4,5 juta ton. Kondisi ini menunjukkan surplus stok yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah dinamika global.
Dengan investasi Rp3 triliun di Malang, Kementan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengejar produksi jangka pendek, tetapi membangun kemandirian peternakan nasional dari hulu. Pusat bibit ayam raksasa ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju target swasembada pangan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah. (tim)

Tinggalkan Balasan