DENPASAR, TIVIBALI.com – Industri jasa keuangan Bali masih kokoh. OJK Provinsi Bali mencatat stabilitas sektor keuangan terjaga solid hingga Maret 2026, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah 5,58% yoy di kuartal I/2026.
Data OJK menunjukkan kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif. Penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp146,47 triliun atau naik 8,19% yoy. Angka ini melesat dibanding Maret 2025 yang 6,26% yoy.
Motor penggeraknya kredit investasi. Penyaluran kredit investasi melonjak Rp6,08 triliun atau tumbuh 16,92% yoy. Ini sinyal perbankan aktif biayai ekspansi usaha jangka panjang.
UMKM tetap jadi tulang punggung. Sebesar 51,25% total kredit Bali disalurkan ke UMKM dengan pertumbuhan 4,53% yoy. Segmen usaha mikro mendominasi porsi 41,73% dan tumbuh paling kencang 9,75% yoy.
Sektor akomodasi dan makan minum jadi bintang. Sektor ini mencatatkan penambahan nominal kredit terbesar Rp2,07 triliun, tumbuh 15,35% yoy. Sejalan dengan geliat pariwisata Bali.
OJK Provinsi Bali menegaskan komitmen jaga stabilitas IJK agar tetap resilient dan adaptif. “Sinergi sektor keuangan dan aktivitas ekonomi masyarakat jadi kunci ketahanan ekonomi Bali,” ujar Kepala OJK Bali Parjiman.` (rtb)

Tinggalkan Balasan