TABANAN, TIVIBALI.com – Kotoran sapi yang selama ini menjadi limbah peternakan kini disulap menjadi sumber energi bersih dan pupuk organik oleh Kelompok Tani Jaka Organik di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.
Transformasi limbah menjadi bernilai tambah ini terwujud melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali yang mengembangkan Desa Mandiri Energi berbasis edukasi green energy.
Program ini mengintegrasikan pemanfaatan energi bersih dengan siklus pertanian terpadu, mulai dari pengelolaan ternak, pengolahan limbah menjadi energi, hingga peningkatan nilai tambah hasil panen.
Penasihat Kelompok Tani Jaka Organik, I Wayan Yusa, mengatakan instalasi biogas bantuan PLN UID Bali telah rampung dan mampu memenuhi kebutuhan energi memasak kelompok tani.
“Dengan adanya biogas ini, kami sudah tidak perlu membeli gas elpiji untuk kebutuhan memasak. Selain menghasilkan gas, kotoran sapi juga menghasilkan _bio-slurry_ yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pertanian organik,” ujar Yusa di Tabanan, Rabu (29/10/2026).
Saat ini, biogas tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak di balai kelompok tani. Dengan empat ekor sapi sebagai sumber bahan baku, instalasi mampu memasok gas untuk memasak selama kurang lebih enam jam dan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan maksimal dua kepala keluarga.
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., menekankan keberlanjutan program harus ditopang oleh koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan konsistensi.
Menurutnya, model pertanian terintegrasi ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ekologis, terutama dalam menjaga kemampuan tanah menahan air dan meningkatkan kandungan bahan organik.
“Harapannya, sistem ini tidak hanya dikembangkan di satu tempat, tetapi dapat direplikasi oleh kelompok tani di berbagai wilayah. Kita dapat bersama-sama mendorong Bali menuju kemandirian energi, pangan, dan air,” katanya.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Setiawan, ST., M.Si., menyebut program PLN Peduli ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan energi dan pangan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan sumber pendapatan di desanya sendiri,” ujarnya.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, menegaskan program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan dari hulu hingga hilir, mulai dari pengelolaan ternak, pemanfaatan limbah menjadi biogas dan pupuk, hingga pengolahan pascapanen.
PLN UID Bali juga telah menyalurkan bantuan peralatan pascapanen untuk pengemasan beras organik, termasuk beras merah hasil panen kelompok tani.
“Harapannya, PLN dapat terus berjalan bersama masyarakat. Limbah peternakan dimanfaatkan menjadi biogas dan pupuk, kemudian hasil pertaniannya diolah agar memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas,” ujar Ajrun.
Ke depan, Kelompok Tani Jaka Organik akan fokus menjaga konsistensi pemanfaatan fasilitas dan mengembangkan Desa Kukuh sebagai pusat edukasi pertanian organik dan energi bersih berbasis potensi lokal. (ad/maw)

Tinggalkan Balasan