Kantor Wilayah Ditjen Pembendaharaan Provinsi Bali Gelar Konferensi Pers, APBN KITA Triwulan III TA 2022

  • Bagikan
Foto: Konferensi pers “APBN KITA” Triwulan III Tahun Anggaran 2022 Provinsi Bali di Gedung Keuangan Negara I Denpasar.

DENPASAR, tivibali.com- Bertempat di Aula Gedung Keuangan Negara I Denpasar, Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali menggelar acara konferensi pers APBN KITA Triwulan III TA 2022 Provinsi Bali, pada kamis (27/10/2022).

Nampak hadir Kepala Perwakilan Kemenkeu Regional Bali yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, NTB dan NTT, Susila Brata, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali, Anggrah Warsono, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Bali dan Nusa Tenggara yang diwakili oleh I Ketut Oka Widiasa (Kepala Bagian Umum), Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Gusti Agung Diah Utari.

Kehadiran para narasumber tersebut menunjukan bahwa Kementerian Keuangan Regional Bali dalam pelaksanaan tugasnya dapat bersinergi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengawal dan mendorong agar pelaksanaan anggaran di Provinsi Bali terus berjalan dengan baik hingga akhir tahun anggaran.

Dalam konferensi Pers disampaikan bahwa total penerimaan Pemerintah Pusat di Provinsi Bali sampai dengan 30 September 2022 telah terealisasi sebesar Rp 9,36 T dari target tahunan sebesar Rp 10,21 T atau 91,74, dengan rincian realisasi penerimaan pajak sebesar Rp7,28 T dari target Rp7,72 T atau mencapai 94,44, penerimean bea cukai sebesar Rp711 M atau 85,146 dari target Rp835,82 M dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp31,65 M atau 764 dari target Rp41,63 M dari PNBP Lainnya serta Rp1,33 T dari target Rp1,62 T atau mencapai 82,3 dari Pendapatan BLU.

Dari sisi perpajakan, target penerimaan pajak tahun 2022 sebesar Rp7,72 T telah terealisasi sebesar 24,44 sampai dengan Triwulan III tahun 2022 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 42,036 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021. Sedangkan kepatuhan SPT Tahunan PPh sampai dengan 25 Oktober 2022 total SPT diterima sebanyak 384,28 ribu Wajib Pajak dengan rincian 29,6 1ribu SPT WP Badan dan 343,13 ribu WP Orang Pribadi. Terkait Penerimaan PPh Pasal 26 (WP OP Luar Negeri), secara keseluruhan, realisasi penerimaan PPh Pasal 26 tumbuh sebesar 12,984 dari tahun 2021 yaitu sebesar Rp152,61 M per 30 September 2022.

Pertumbuhan Penerimaan PPh Pasal 28 yang terjadi selama bulan Mei sampai dengan September 2022 menandakan membaiknya perekonomian Bali, dan dipekerjakan kembali tenaga asing pasca pandemi Covid-19. Sedangkan untuk Penerimaan PPN atas Jasa Luar Negeri secara keseluruhan, realisasi penerimaan PPN Jasa Luar Negeri tumbuh sebesar 125,78 Yo dari tahun 2021 yaitu sebesar Rp38,72 M per 30 September 2022, meskipun jumlah WP yang melakukan pembayaran berkurang.

Dari sisi bea dan cukai, target penerimaan bea cukai tahun 2022 sebesar Rp835,82 M yang telah terealisasi sebesar 85,14 atau Rp711,34 M sampai dengan Triwulan III Tahun 2022, tumbuh sebesar 52464 atau Rp222,77 M dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Devisa ekspor s.d. September 2022 mencapai USD137.78 Juta, tumbuh USD78.33 Juta (131,774), sedangkan devisa Impor mencapsi USD58 36 Juta, tumbuh USD25.72 Juta (78,804) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada September 2022, sinergi antara Bea Cukai Ngurah Rai dengan BNNP Bali yg berhasil menggagalkan upaya penyelundupan jaringan kokain dan jaringan heroin Internasional. Barang bukti berupa 10,74 gram bruto heroin, dan 0,94 gram bruto Metamfotamina yang berhasil diamankan kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan masin Incinerator.

Selain penindakan atas NPP, selama bulan September 2022 teiah dilakukan 11 penindakan di bidang Cukai, dan 87 penindakan di bidang kepabeanan dengan estimasi nilai barang sebesar Rp590.078.629,dan potensi kerugian Rp234.014.586,-. Pelanggaran dimaksud dengan kategori pelanggaran berupa barang bawaan penumpang kategori lartas tanpa pemberitahuan, penjualan BKC dilekati pita cuksi palsu, dan penjualan BKC yang tidak dilekati pita cukai.

Dani sisi PNBP, capaian PNBP Lainnya sampai dengan Triwulan III tahun 2922 sebesar Rp31,65 M atau 764 dari target Rp41,63 M Status Hibah Masuk s8 d 31 Juli 2022 adalah NIHIL. Sedangkan untuk Pendapatan BLU di Provinsi Bali telah mencapai Rp1,33 T dari target Rp1,62 T ternalisasi sebesar 82,34 per 30 September 2022.

Dari sisi Belanja, Total Pagu Belanja Pemerintah Pusat di Provinsi Bali yang disalurkan melakui DIPA Kementerian Lembaga edalah sebesar Rp12,7 T dangan realisasi sampai dengan Triwutan iii Tahun 2022 sebesar Rp7,48 T atau mencapai 58,84. Total realisasi belanja pemerintah pusat tersebut dibelanjakan untuk Belanja Pegawai sebesar Rp3,18 T, Belanja Barang sebesar Rp2,85 T, Belanja Modal sebesar Rp1,43 T, Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp25 M. Sedangkan untuk TKDD (Transfer ke daerah dan Dana Desa) telah terealisasi 76,754 atau sebesar Rp8,5 T dari total payu sebesar Rp11,1 T.

Terkait, progres proyek strategis di Provinsi Bali per 30 September 2022 dengan anggaran sebesar Rp1,1 T telah mencapai realisasi sebesar Rp726 M atau 64,94Y5 untuk 18 pembangunan dan preservasi infrastruktur yang di antaranya adalah Pembangunan Pelabuhan Sanur untuk mendukung pariwisata dari dan ke wilayah segitiga emas (Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan) dan Pembangunan jalan Shortcut untuk mempercepat akses Bali selatan dan Bali utara serta preservasi jalan dan pembangunan jembatan untuk memperlancar akses transportasi.

Total penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) s.d. 30 September 2022 di Provinsi Bali adalah sebesar Rp7,3 T untuk 127 ribu debitur. Penyaluran KUR masih didominasi oleh KUR skema Mikro yang mencapai Rp4,3 T untuk 102 ribu debitur. Sedangkan terkait progres PEN di Provinsi Bali sampai dengan 23 September 2022 adalah sebagai berikut, total penyaluran untuk Sektor Kesehatan sebesar Rp808 M dengan rincian Intensif Nakes sebesar Rp56 M untuk 90 Faskes atau 11,5 ribu tenaga kesehatan dan untuk Klaim Pasien sebesar Rp752 M untuk 63 RS dan 14 ribu pasien.

Kemudian untuk Sektor PUPR untuk sub sektor Padat Karya PUPR realisasi sebesar Rp 141 M untuk 4,6 ribu tenaga kerja, untuk sub sektor pariwisata PUPR sebesar Rp 39 M untuk 3,6 tenaga kerja, sub sektor Ketahanan Pangan PUPR sebesar Rp195 M, serta sub sektor Infrastruktur Konektivitas PUPR sebesar Rp84 M. Pada sektor Perlinsos dengan rincian sub sektor sembako sebesar Rp290 M, sub sektor Keluarga Harapan sebesar Rp260M, BLT Migor Kemensos Rp51 M, BLT BBM Kemensos sebesar Rp57 M, Bantuan subsidi upah sebesar Rp 78 M dan untuk BLT Desa Bali Nusra sebesar Rp 1,45 T. (*/a)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *