MANGUPURA, TIVIBALI.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel Penguatan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Selasa (23/6/2026). Ia mengajak masyarakat Badung mengingat akronim “TIR”: Terima, Isi, Rahasia demi suksesnya pendataan.
Apel diikuti Forkopimda Badung, pejabat Pemkab Badung, jajaran BPS Kabupaten Badung, dan 461 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang terdiri dari 399 pendata lapangan, 53 pemeriksa UMK, serta 9 petugas usaha besar.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menekankan peran petugas sebagai garda terdepan dalam menghimpun data ekonomi yang akurat. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
“Datanglah dengan senyum, bangun kepercayaan dan pulanglah membawa data berkualitas. Jadikan tugas ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, daerah dan Negara. Selamat bertugas, berikan yang terbaik untuk masyarakat dan Kabupaten Badung,” ujarnya.
Bupati juga meminta masyarakat mendukung pendataan dengan prinsip “TIR”. “T: Terima petugas Sensus Ekonomi 2026, I: Isi data dengan benar dan R: Rahasia terjaga. Ingat TIR, mari bersama sukseskan Sensus Ekonomi 2026,” pesannya.
Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 juga mengintegrasikan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional DTSEN sesuai Instruksi Presiden RI.
Dari 146 ribu KK di Badung, sekitar 10 persen atau 14.700 KK belum tercatat di DTSEN. Sementara 130 ribu KK lainnya akan didatangi untuk memutakhirkan data sosial ekonomi, termasuk tingkat kesejahteraannya dari desil 1 sampai desil 10.
Data BPS menunjukkan hanya 20,71 persen KK Badung yang masuk desil 1-5. Angka itu termasuk terkecil kedua se-Bali setelah Denpasar.
“Dari SE2026 ini saatnya petugas mencatat seluruh KK Badung sehingga tidak ada yang terlewat di DTSEN. Sisanya sekitar 130 ribu KK tetap akan didatangi untuk memutakhirkan data sosial ekonomi nasionalnya,” jelas Bimbo.
Secara nasional SE2026 dimulai 15 Juni. Namun untuk Bali yang bertepatan dengan Galungan dan Kuningan, pendataan dimulai lebih awal sejak 8 Juni dan berakhir 31 Agustus 2026.
Hingga 23 Juni 2026, progress pendataan di Badung sudah mencapai 11,87 persen. “Mudah-mudahan setelah penguatan komitmen ini progress pendataan kami berjalan lebih lancar sehingga progress lebih meningkat,” tambahnya. (mtb)

Tinggalkan Balasan