DENPASAR, TIVIBALI.com- PT PLN (Persero) UID Bali menggelar pertemuan bersama insan media di Denpasar, Kamis (20/8/2026). Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penguatan sinergi untuk menjaga keandalan listrik di tengah pertumbuhan beban yang terus meningkat.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada media yang selama ini membantu menyampaikan informasi kelistrikan kepada masyarakat.
Ajrun menyebut Bali memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan kelistrikan. Pertumbuhan beban listrik di Bali tercatat 8,02 persen, tertinggi secara nasional.
“Yang pertama pertumbuhan listriknya tertinggi se-Indonesia. 8,02 persen, siap hari selalu ada penambahan,” ujarnya.
Data PLN menunjukkan saat ini ada 849 pelanggan Tegangan Menengah di Bali. Rata-rata tiap minggu ada 3 pelanggan baru, didominasi hotel, restoran, dan tempat wisata.
“Di Sumatra Barat tempat tugas saya sebelumnya, 3 minggu baru dapat 1 pelanggan besar. Di Bali, 1 minggu bisa 3. Ini artinya roda ekonomi di Bali berputar terus,” katanya.
Ajrun Karim juga menyoroti keunikan pola beban di Bali. Beban siang hari 1.285 MW dan beban puncak 1.295 – 1.300 MW. Selisihnya hanya 10-15 MW.
“Di daerah lain beban puncak bisa 2 kali lipat dari siang. Tapi di Bali sama. Ini bukti aktivitas ekonomi di Bali jalan 24 jam,” jelasnya.
Saat ini PLN melayani beban 1.300 MW dengan daya terpasang 1.477 MW dari PLTU Celukan Bawang, PLTD Pesanggaran, dan pembangkit lainnya.
Ke depan, PLN akan mendukung program Mandiri Energi Bali melalui pembangunan PLTS 1.000-1.600 MW sesuai Program Strategis Nasional. (MAW)

Tinggalkan Balasan