DENPASAR, TIVIBALI.com – PT PLN (Persero) menguji coba jaringan 450 LTE di Bali. Uji coba ini dilakukan Unit Pelaksana Pengatur Distribusi UP2D Bali bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Komdigi pada Selasa, 19 Agustus 2026.
Tujuan utamanya sederhana. Memastikan informasi dari lapangan sampai ke pusat pengatur dalam hitungan detik. Kecepatan data itu akan menentukan seberapa cepat PLN merespons gangguan dan menjaga pasokan listrik tetap stabil.
Dalam sistem kelistrikan modern, komunikasi tidak hanya antar manusia. Peralatan di gardu, trafo, hingga penyulang harus terhubung langsung dengan pusat pengatur. Dari sinilah data kondisi jaringan dikirim secara real time.
“Kecepatan informasi adalah kunci operasional. Semakin cepat data diterima, semakin cepat pula kami mengambil keputusan,” ujar Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra saat mendampingi uji coba.
Pengujian proof of concept POC ini fokus pada tiga hal: jangkauan sinyal, stabilitas koneksi, dan konsistensi pengiriman data operasional. PLN ingin memastikan teknologi ini benar-benar layak dipakai di medan Bali yang berbukit dan memiliki banyak titik blank spot.
Jaringan 450 LTE dipilih karena bekerja di frekuensi 450 MHz. Frekuensi ini dikenal memiliki jangkauan luas dan penetrasi sinyal yang baik. Namun teori harus dibuktikan di lapangan.
Kunjungan langsung dilakukan Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan. Ia menilai sinergi energi dan digital sudah tidak bisa dipisahkan.
“Pembangunan infrastruktur energi dan digital saat ini saling terkait. POC ini penting untuk mendapatkan data lapangan yang valid. Dari data itulah kita tentukan langkah pengembangan berikutnya,” kata Denny.
Bagi pelanggan, uji coba ini berjalan di balik layar. Namun dampaknya langsung terasa. Jika jaringan 450 LTE terbukti andal, PLN dapat memantau jaringan lebih cepat, mengotomasi pemulihan gangguan, dan mengirim data dari ribuan titik ke pusat pengatur tanpa jeda.
Petrus menegaskan, tujuan akhirnya tetap pelayanan.
“Teknologi secanggih apa pun bukan tujuan akhir. Yang penting bagaimana teknologi ini membantu kami mengetahui kondisi sistem lebih cepat dan merespons kebutuhan masyarakat lebih baik,” tegasnya.
Hasil POC ini akan menjadi dasar evaluasi PLN dan Komdigi. Jika lolos uji, jaringan 450 LTE berpotensi diterapkan lebih luas di seluruh sistem distribusi Bali. (mtb)

Tinggalkan Balasan