MANGUPURA, TIVIBALI.com – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Badung membongkar peluang besar usaha di sektor pangan dalam Diskusi Interaktif “Peluang dan Prospek Usaha di Bidang Pangan” pada Forum Bisnis di ajang Badung UMKM Merdeka (BUMI) 2026, Minggu (27/9/2026).

Diskusi yang digelar di panggung utama BUMI 2026 tersebut menghadirkan lima narasumber kompeten lintas sektor. Yakni Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Anak Agung Ngurah Sukadana, Kepala Dinas Perikanan Badung I Nyoman Suardana, Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha, Founder Bali Food Industry Made Indra Dananjaya, dan Direktur PT Manggala Bahari Nusantara Rizky Putra Alam.

Forum dipandu moderator Kadek Wirahadi Mahartika, hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus BPC HIPMI Badung, pelaku UMKM, serta 30 Mahasiswa Monarch Dalung.

Dalam paparannya, Kadis Pertanian dan Pangan Badung Anak Agung Ngurah Sukadana menegaskan komitmen Pemkab Badung menjaga keberlangsungan pangan di tengah dominasi pariwisata yang menyumbang 80 persen PAD Badung.

“Pertanian ini harus tetap dilestarikan, harus tetap dijaga, tetap mensupport pariwisata. Karena pertanian ini memberikan produksi untuk menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti irigasi sebagai kunci kesejahteraan petani. Menurutnya, irigasi ibarat jalan raya yang menentukan akses ekonomi. Jika irigasi tidak bagus, produksi padi tidak akan maksimal.

Sukadana mengungkapkan Pemkab Badung tengah menyiapkan insentif istimewa dari Bupati bagi petani yang lahannya terdesak alih fungsi pariwisata di kawasan Canggu, Pererenan, Munggu dan Cemagi.

“Kami melakukan pendataan jumlah petani dalam rangka Bapak Bupati akan memberikan perhatian khusus, memberikan insentif istimewa kepada petani,” katanya.

Lebih lanjut, Sukadana memaparkan keberhasilan program Padi Modern yang mampu mendongkrak produktivitas hingga 10-12 ton per hektare, dua kali lipat dari pola konvensional yang hanya 6 ton. Saat ini produksi padi Badung hampir 19 ribu ton dan dinilai aman untuk 600 ribu penduduk, bahkan akan menggelar panen raya pada Selasa mendatang.

Selain padi, ia juga mendorong hilirisasi hortikultura seluas 42 hektare untuk cabai rawit, tomat dan cabai besar di Petang, Abiansemal dan Kuta Utara, serta pengembangan kopi unggulan di Desa Pangsan dan Desa Belok Sidan yang disiapkan sebagai pusat edukasi petani.

Sementara itu, Kadis Perikanan Badung I Nyoman Suardana menegaskan potensi perikanan Badung sangat besar, tidak hanya di hulu produksi tetapi juga hilir pengolahan yang masih sepi peminat.

“Peluang dan potensi perikanan kita di Kabupaten Badung cukup besar. Tidak hanya pada produksi tetapi juga pada proses pengolahan,” tegasnya.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan visi Bupati Badung mewujudkan pariwisata berkualitas yang bersinergi dengan pertanian dalam arti luas, termasuk perikanan, peternakan dan perkebunan.

Melalui BUMI 2026, HIPMI Badung berharap forum ini menjadi jembatan kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah daerah, dan BUMD pangan untuk menangkap peluang emas produk bernilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (ad/maw)