DENPASAR, TIVIBALI.com – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali, Wayan Suyasa, mengungkapkan magnet kuat sosok Joko Widodo (Jokowi) menjadi alasan utama dirinya berlabuh ke PSI dan menjadi modal besar pembesaran partai di Bali.

“Saya ada di PSI karena memang ada kemistri dengan sosok Pak Jokowi,” ujar Suyasa.

Menurut Suyasa, PSI saat ini menjadi alternatif realistis bagi politisi yang ingin berkompetisi ketika ruang di partai besar tertutup. Keberadaan Jokowi di PSI menjadi pembeda.

“Biasa partai politik untuk ke depan, kalau memang orang politik ingin berkompetisi, dan jika di partai besar tidak punya jalan, satu-satunya jalan ke PSI, dalam tanda kutip untuk next perkembangannya, karena ada Pak Jokowi,” ujarnya.

Wayan Suyasa menilai Jokowi Effect masih sangat kuat dan menjadi daya tarik elektoral yang sulit disaingi.

“Karena Jokowi Efek sangat cukup menarik, figurnya sudah banyak orang mengetahui terlepas dari kekuraganya dan kelebihannya, Jokowi adalah sosok yang low profil, merakyat dan itu yang disukai rakyat,” pungkasnya.

Dampaknya, kata Suyasa, relawan yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka kini menegaskan komitmennya untuk bergabung dan membesarkan PSI.

“Selain itu relawan-relawan yang menempatkan jati dirinya sebagai pendukung Mas Gibran, pendukung Pak Jokowi, jadi mereka menegaskan komitmennya di PSI,” ungkapnya.

Fenomena tersebut juga terlihat dari komunikasi intens yang dibangun sejumlah tokoh.

“Menariknya adalah banyak tokoh politisi, independen, para pengusaha berkomunikasi kepada kami di PSI Bali, artinya magnet seorang Jokowi sangat melekat untuk mendukung proses pembesaran PSI,” jelasnya.

Untuk agenda organisasi, Suyasa menyebut DPW PSI Bali dalam waktu dekat akan terus bergerak ke kabupaten/kota untuk konsolidasi.

” Saat ini kita fokus pada administratif karena kita mau verifikasi administratif, selaku partai politik, terus verifikasi faktual sebagai peserta pemilu, karena PSI belum lolos parlemen threshold kemarin,” katanya.

Terkait wacana penetapan parliamentary threshold oleh DPR dan Pemerintah, baik 5 persen maupun angka lain, Suyasa menegaskan PSI menghormati mekanisme tersebut.

Dengan kekuatan mesin relawan Jokowi-Gibran dan masuknya tokoh-tokoh baru, Suyasa optimis PSI Bali mampu bersaing di papan atas.

“PSI Bali masuk 4 besar. Artinya PSI Bali siap berkompetisi,” pungkasnya. (MAW)