SINGAPURA, TIVIBALI.com – Konsultan desain berkelanjutan asal Ubud, Bali, Eco-Mantra, meraih penghargaan internasional Environmental Impact Award dalam ajang Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS) Southeast Asia Awards 2026 di The Fullerton Hotel Singapore, Kamis, (30/10/2026)

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan atas kinerja Environmentally Sustainable Design (ESD) untuk tiga proyek yang dikerjakan bersama taman rekreasi air Waterbom Bali di Kuta sepanjang 2025. Waterbom Bali merupakan taman rekreasi air seluas 5,1 hektare yang dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia versi Tripadvisor’s Travelers’ Choice Best of the Best 2025.

Penghargaan diterima langsung oleh Angela Michelle Sutopo dan Allisya Zahra di atas panggung RICS Awards.

Co-founder dan CEO Eco-Mantra, Maitri Fischer, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata dari prinsip keberlanjutan yang dipegang timnya.

“Di Eco-Mantra, kami percaya bahwa keberlanjutan memegang peran kunci untuk menjadikan setiap tempat lebih baik daripada saat pertama kali kami temukan. Pengakuan dari RICS merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus bukti atas talenta, dedikasi, dan tujuan yang dipegang oleh seluruh tim kami,” ujar Maitri.

Penghargaan ini mencakup tiga proyek yang diselesaikan Eco-Mantra untuk Waterbom Bali pada 2025. Pertama, audit energi dan desain hidrodinamik untuk perluasan Area Bermain Anak. Kedua, desain konsep ESD untuk proyek pengembangan baru berupa wahana lazy river bertema hutan hujan seluas 1,48 hektare di lahan greyfield. Ketiga, program Karmic Returns, di mana Eco-Mantra mengukur dan melaporkan kinerja lingkungan taman tersebut setiap kuartal.

Hasilnya sangat signifikan. Sepanjang 2025, Waterbom Bali hanya mengirim 0,7 persen limbah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), jauh di bawah target maksimal 3 persen. Penggunaan air tanah berhasil ditekan 28,7 persen dari batas acuan atau setara penghematan 46.124 meter kubik, serta menghemat listrik hingga 8,8 persen, melampaui dua kali lipat dari target awal 4,3 persen.

“Kendati ada perluasan Area Bermain Anak di 2025, Waterbom Bali tetap mampu memangkas konsumsi air dan listrik secara keseluruhan. Pencapaian ini terwujud berkat penerapan desain baru yang jauh lebih efisien,” jelas Maitri Fischer.

CEO Waterbom Bali, Sayan Gulino, yang menargetkan net zero pada 2033, mengapresiasi peran Eco-Mantra sebagai mitra sejak 2016. Waterbom Bali juga merupakan satu-satunya bisnis pariwisata di Indonesia yang target pengurangan emisi jangka pendeknya telah disetujui oleh Science Based Targets initiative.

“Eco-Mantra telah menjadi mitra penting dalam perjalanan keberlanjutan kami selama bertahun-tahun. Keahlian mereka mendorong kami untuk terus berkembang,” kata Sayan.

Pada ajang RICS tahun ini, Eco-Mantra bahkan meloloskan dua portofolio sebagai finalis. Selain proyek Waterbom Bali, kontribusi tim untuk Mandarin Oriental Resort Bali juga terpilih sebagai finalis kategori yang sama.

Eco-Mantra berdiri di Bali pada 2015 dengan 18 orang anggota tim yang diperkuat lebih dari 80 persen talenta lokal Indonesia. Hingga kini telah mengerjakan lebih dari 120 proyek di Asia Tenggara. (ad/maw)