MANGUPURA, TIVIBALI.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menambah dua rute penerbangan domestik baru dalam dua hari berturut-turut. Maskapai TransNusa resmi membuka rute Bali (DPS) – Waingapu (WGP) pp pada Rabu (15/7) dan rute Bali (DPS) – Wakatobi Matahora (WNI) pp pada Kamis (16/7/2027).
Dengan tambahan ini, total rute domestik yang dilayani Bandara Ngurah Rai hingga Juli 2026 menjadi 22 rute.
Pelepasan penerbangan perdana dihadiri Direktur Utama TransNusa, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati, Regional CEO PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Regional II, Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, serta undangan lainnya.
“Atas nama manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kami menyambut baik pembukaan rute Waingapu dan Wakatobi oleh TransNusa. Dua rute ini melengkapi jaringan yang sebelumnya sudah dilayani dari dan menuju Bali,” kata Nugroho Jati.
Menurutnya, pembukaan rute baru akan memperkuat peran Ngurah Rai sebagai hub penerbangan domestik. Selain itu, rute ini membuka akses lebih luas bagi wisatawan domestik dan mancanegara ke destinasi di Indonesia Timur.
Penerbangan perdana ke Waingapu menggunakan pesawat Comac ARJ-21 bernomor 8B-5652. Pesawat lepas landas dari Bali pukul 08.19 WITA dengan 88 penumpang. Penerbangan dari Waingapu dengan nomor 8B-5653 tiba di Bali pukul 12.24 WITA membawa 94 penumpang.
Sehari kemudian, penerbangan perdana ke Wakatobi Matahora dengan nomor 8B-5662 diberangkatkan pukul 08.10 WITA dengan 90 penumpang. Penerbangan dari Wakatobi dengan nomor 8B-5663 mendarat di Bali pukul 13.32 WITA dengan 70 penumpang.
TransNusa akan melayani rute Bali – Waingapu empat kali seminggu, setiap Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Sementara rute Bali – Wakatobi Matahora dilayani tiga kali seminggu, setiap Senin, Kamis, dan Minggu.
Hingga saat ini 22 rute domestik di Ngurah Rai dilayani 11 maskapai nasional. Selain dua rute baru tersebut, rute lain yang tersedia meliputi Cengkareng, Surabaya, Lombok, Labuan Bajo, Makassar, Jakarta Halim, Yogyakarta Kulon Progo, Tambolaka, Semarang, Kupang, Solo, Balikpapan, Banjarmasin, Bima, Sumbawa, Manado, Pontianak, Timika, Wakatobi Maranggo, dan Jayapura.
“Kami melihat pembukaan rute ini sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Kami mengajak semua pihak menjaga keberlangsungan rute ini agar ke depan dapat berkembang lebih besar,” ujar Nugroho.
Ia menegaskan, pengelola bandara berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan. “Kami akan terus mendukung mitra maskapai demi mewujudkan konektivitas udara yang aman, nyaman, dan terintegrasi di Indonesia,” pungkasnya. (mtb)

Tinggalkan Balasan