DENPASAR, TIVIBALI.com – Pemerintah Kota Denpasar mulai mematangkan rencana penataan wajah pusat kota. Langkah ini ditujukan agar kawasan perkotaan tampil lebih tertata, nyaman, sekaligus dapat mendorong aktivitas ekonomi warga.
Beberapa titik strategis akan menjadi fokus utama, diantaranya kawasan Catur Muka, Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tambrin, hingga kawasan Suci. Karena memiliki nilai sejarah yang kuat, Pemkot menegaskan proses penataan harus dilakukan dengan perencanaan detail.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan hal tersebut saat berdiskusi dengan para seniman dan pemilik toko di Bhineka Djaya, Jalan Gajah Mada, Selasa (4/8/2026). Dalam diskusi itu hadir pula seniman Putu Marmar Herayukti dan I Komang Gede Sentana Putra yang akrab disapa Kedux.
Jaya Negara menyebut pelibatan seniman penting agar penataan tidak hanya menyasar aspek fisik. Tujuannya agar karakter, identitas, dan estetika Denpasar tetap terjaga.
“Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru, tetapi tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada. Karena itu, masukan dari para seniman sangat penting,” ujar Jaya Negara.
Penataan juga akan menyasar Jalan Gajah Mada yang selama ini dikenal sebagai kawasan bersejarah. Pemkot sudah berdiskusi dengan para pemilik toko di sepanjang jalan tersebut. Salah satunya Wirawan Tjahjadi dari Toko Bhineka Djaya yang menyatakan siap mendukung dan bahkan menawarkan bagian depan tokonya sebagai percontohan.
“Kami sangat setuju dengan adanya penataan wajah kota ini, terutama di sepanjang Jalan Gajah Mada,” ungkap Wirawan.
Seniman Kedux turut mendukung. Ia menilai wajah kota wajib dirawat berkala tanpa menghilangkan sejarah. Ia berharap kawasan Patung Kuda ke depan bisa menggunakan material permanen seperti logam dan dilengkapi spot duduk serta area foto.
“Harapannya kawasan ini bisa menjadi destinasi dan pusat perputaran ekonomi. Jadi masyarakat tidak hanya lewat, tetapi bisa datang, menikmati suasana, dan berlama-lama,” kata Kedux.
Melalui penataan ini Pemkot ingin pusat kota kembali hidup. Fasilitas pendukung seperti toilet, ruang duduk, dan spot foto juga akan disiapkan agar kawasan tidak hanya jadi jalur lalu lintas, tetapi juga ruang publik yang nyaman bagi warga dan wisatawan. (mtb)

Tinggalkan Balasan