DENPASAR, TIVIBALI.com – Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menggenjot promosi pariwisata ke pasar global dengan memanfaatkan konektivitas penerbangan langsung Bali-Wakatobi yang mulai beroperasi sejak 16 Juli 2026.
Bupati Wakatobi, H. Haliana, sengaja datang ke Bali bersama Kepala Dinas Pariwisata, komunitas, dan asosiasi pariwisata setempat untuk bertemu pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata Bali.
“Konektivitas penerbangan dari Bali ke Wakatobi dua kali dalam seminggu. Ini menjadi pintu masuk bagi wisatawan, khususnya dari Bali, untuk bisa terhubung langsung ke Kabupaten Wakatobi,” ujar Haliana di Be Sanur Nusa Dua Bali, Rabu (27/8/2026).
Berdasarkan data maskapai TransNusa, penerbangan PP Denpasar (DPS) – Wakatobi (WNI) dijadwalkan berangkat pukul 08.05 WITA dari Denpasar dan tiba pukul 09.45 WITA. Sementara dari Wakatobi ke Denpasar berangkat pukul 10.15 WITA dan tiba pukul 11.55 WITA. Maskapai menggunakan armada COMAC C909.
Wakatobi: Surga Bahari Kelas Dunia
Bupati Haliana menyebut Wakatobi memiliki keunggulan kompetitif sebagai destinasi bahari premium. Daerah kepulauan itu tercatat memiliki 2/3 dari total spesies terumbu karang dunia.
“Wakatobi terkenal dengan diving. Kita punya daya tarik tersendiri dan keanekaragaman terumbu karang, didukung daerah kepulauan dengan pariwisata bahari yang benar-benar premium,” jelasnya.
Selain itu, data dari Dive Tour Operator menunjukkan sedikitnya ada hampir 100 titik destinasi di Wakatobi dengan karakter berbeda. Mulai dari surf point, dolphin site, hingga bentangan pasir putih dan formasi bebatuan yang indah.
Wakatobi juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan masuk dalam 10 Destinasi Prioritas “10 Bali Baru” versi pemerintah pusat.
Daya tarik lain yang ditawarkan meliputi penangkaran penyu, burung endemik, wisata sejarah Kesultanan dan benteng, hingga festival ziarah.
Targetkan 1% Wisman Bali
Saat ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Wakatobi baru tercatat 3.000 orang per tahun pada 2025. Dengan adanya penerbangan langsung, Pemkab Wakatobi menargetkan lonjakan signifikan.
“Kami menargetkan 1% wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali dapat juga menikmati desa wisata dan pesona wisata Wakatobi,” tegas Haliana.
Untuk memperkuat ekosistem pariwisata, Haliana juga telah bertemu Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Gubernur Bali Wayan Koster. Dari Badung, Wakatobi belajar soal pergeseran ke quality tourism dan tata kelola daya dukung. Dari Koster, Wakatobi didorong menata produk lokal dan membuat paket wisata yang jelas.
“Kami ingin melanjutkan dan menyempurnakan apa yang sudah baik di Bali untuk bisa diaplikasikan di Wakatobi,” katanya.
Dukungan juga mengalir dari Asosiasi dan Komunitas Pariwisata Bali untuk mendorong wisatawan berlibur ke Wakatobi, termasuk dari La Ode Paa yang merupakan putra Wakatobi yang aktif sebagai pelaku wisata Bali.
Menanggapi langkah ini, Bupati menilai konektivitas Bali-Wakatobi adalah momentum penting. “Selama ini Wakatobi punya produk kelas dunia tapi aksesnya sulit. Dengan adanya penerbangan langsung, Wakatobi tinggal membenahi layanan, kebersihan, dan paket wisata. Kalau ini jalan, 1% dari wisman Bali itu sangat realistis dan bisa jadi game changer bagi ekonomi Wakatobi,” ujarnya.
Pemkab Wakatobi berharap dukungan dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk infrastruktur maupun promosi. Apalagi Wakatobi telah masuk sebagai daerah prioritas nasional dalam RPJPN 2024-2029.
” Kami sudah bertemu Bupati Badung dan Gubernur Bali, Bagaimana tata kelola pariwisata, dan produk ekonomi kreatif pariwisata, termasuk sektor pendukung pariwisata semua kita serap untuk diterapkan di Wakatobi,” tandasnya. Targetnya kunjungan pariwisata ke Wakatobi terus meningkat untuk mendongkrak PAD Kabupaten Wakatobi. (MAW)

Tinggalkan Balasan