DENPASAR, TIVIBALI.com – Pemanfaatan pembayaran digital melalui QRIS BRI membantu pelaku UMKM mengelola transaksi lebih praktis. Hal itu dirasakan Fruit Junkies, usaha jus buah di Denpasar milik Satrio Utomo, yang kini mencatatkan omzet digital hingga Rp2 juta per hari.

Satrio mengatakan QRIS menjadi metode pembayaran favorit pelanggan. Dana yang masuk langsung ke rekening membuatnya tidak perlu sering ke bank untuk menyetor hasil penjualan.

“Kalau transaksi QRIS kurang lebih di atas Rp2 juta per hari. Jauh lebih memudahkan. Saya juga tidak perlu sering ke bank untuk setor uang,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Saat ini Fruit Junkies menjual sekitar 200 cup jus per hari. Uang tunai yang diterima biasanya langsung diputar untuk membeli bahan baku di pasar.

Porsi transaksi tunai dan QRIS masih berimbang 50:50. Namun pada awal bulan, transaksi non-tunai justru lebih dominan.
“Kalau tanggal muda biasanya lebih banyak yang pakai QRIS,” katanya.

Fruit Junkies sudah beroperasi 11 tahun di Denpasar. Awalnya hanya menjual jus alpukat dari NTT, kini berkembang ke mangga, sirsak, stroberi, hingga buah musiman. Untuk produksi, setiap hari usaha ini menghabiskan sekitar 40 kilogram alpukat matang yang dipasok dari NTT dan Bali.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan QRIS BRI hadir sebagai solusi pembayaran digital yang membuat UMKM lebih efisien, aman, dan modern.

“Dengan satu kode QR, merchant dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital yang terhubung QRIS. Transaksi jadi lebih praktis dan cepat,” ujar Hery.

Menurutnya, digitalisasi pembayaran juga mengurangi ketergantungan pada uang tunai, mempercepat transaksi, dan memudahkan monitoring keuangan karena semua tercatat digital.

“Di Bali, NTB, dan NTT, BRI terus mendorong adopsi QRIS lewat edukasi, pendampingan, dan kemudahan daftar merchant. Ada juga aplikasi BRIMerchant untuk memantau transaksi real time,” jelasnya.

Hery menegaskan BRI berkomitmen mendukung UMKM naik kelas melalui inovasi layanan digital.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Kami akan terus hadirkan solusi digital agar pelaku usaha beradaptasi dengan teknologi dan daya saingnya semakin kuat,” tutup Hery. (mtb)