JEMBRANA, TIVIBALI.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak Karya Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Adat Adnyasari, Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Kamis (13/8/2028) malam.
Dalam kesempatan itu, Giri Prasta menandatangani prasasti Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh. Penandatanganan disaksikan Ida Pedanda Kawi Sunia, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, perbekel, bendesa, dan krama adat setempat.
Giri Prasta mengajak seluruh krama Desa Adat Ekasari untuk tetap guyub dalam menjalankan swadharma agama, adat, dan seni budaya Bali.
“Desa Adat Ekasari boleh maju, tetapi dengan kemajuan ini jangan sampai mengerus akar adat dan budaya Bali,” tegas Wagub asal Pelaga, Badung itu di hadapan masyarakat.
Ia juga memimpin doa bersama agar seluruh rangkaian karya berjalan lancar. “Astungkara memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya,” ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Giri Prasta menyerahkan punia Rp 25 juta kepada Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta. Selain itu diberikan dana motivasi Rp 5 juta untuk Sekaa Baleganjur, Sekaa Tari Rejang Dewa, Sekaa Gong Kebyar Sadnyasari, dan Sekaa Gong Kebyar Adnyasari.
Di bidang ekonomi, Giri Prasta mendorong pelestarian Taman Gumi Banten. Konsep ini bertujuan agar kebutuhan upakara adat dan agama Hindu bisa dipenuhi dari wilayah desa adat masing-masing.
“Saya sudah bicara dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana. Saat ada upacara, bahan upakara seperti busung bisa kita datangkan dari taman ini langsung. Agar Kabupaten Jembrana berdikari secara ekonomi,” jelasnya. Ajakan itu langsung disambut setuju oleh krama yang hadir.
Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta, melaporkan rangkaian karya ini telah dipersiapkan sejak 31 Mei 2026. Karya Agung seperti ini digelar setiap 30 tahun sekali.
Pura Desa dan Pura Puseh Adat Adnyasari diempon oleh 5 Banjar Adat dengan 600 KK. Untuk mensukseskan karya, setiap krama bergotong royong dengan iuran Rp 1,5 juta per KK, ditambah punia dari warga perantau.
Kadek Darta juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Giri Prasta saat masih menjabat Bupati Badung melalui program revitalisasi pura pada 2024.
“Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali atas bantuannya. Demogi Ida Bhatara mapaice kerahayuan,” ujarnya. (mtb)

Tinggalkan Balasan