DENPASAR, TIVIBALI.com- Komisi Pemilihan Umum se-Bali menjangkau 45.399 pelajar dalam program KPU Goes to School sepanjang Juli 2026. Program ini menyasar siswa SMA, SMK, dan SLB sebagai pemilih pemula di seluruh kabupaten/kota.
Kegiatan dipusatkan pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS, dengan tujuan menanamkan pendidikan pemilih dan literasi demokrasi sejak dini.
Animo siswa disebut tinggi, generasi Z di Bali menunjukkan rasa ingin tahu besar soal mekanisme pemilu, hak pilih, hingga peran pemilih dalam demokrasi. Sesi diskusi dan tanya jawab jadi ruang bagi pelajar untuk belajar berpendapat dan memahami proses demokrasi secara langsung.
“Melalui program ini kami ingin memastikan pemilih pemula siap saat waktunya memilih. Mereka juga kami dorong untuk berani bersuara dan peduli dengan lingkungan sekitar,” ujar Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan.
Dari total 45.399 peserta, sebaran terbanyak ada di Kabupaten Tabanan dengan 9.045 siswa. Disusul Kota Denpasar 8.841 siswa, Kabupaten Karangasem 5.250 siswa, dan Kabupaten Gianyar 5.031 siswa.
Rinciannya: Kabupaten Klungkung 3.768 siswa, Buleleng 3.824 siswa, Jembrana 3.628 siswa, Bangli 3.301 siswa, dan Badung 2.711 siswa.
Angka itu setara 23,93% dari total 189.682 siswa SMA/SMK negeri dan swasta di Bali. KPU menyebut capaian ini penting sebagai langkah awal memperluas pendidikan pemilih.
Lidartawan mengapresiasi kerja KPU kabupaten/kota. Menurutnya, program berjalan meski tanpa anggaran khusus.
“Ini bentuk komitmen jajaran KPU memberi pendidikan politik kepada generasi muda. Kami ingin mencetak pemilih muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab untuk pemilu mendatang,” katanya.
KPU Bali memastikan program ini akan berlanjut secara bertahap ke seluruh sekolah. Targetnya, seluruh pemilih pemula di Bali mendapat pemahaman dasar tentang demokrasi sebelum menggunakan hak pilihnya. (mtb)

Tinggalkan Balasan