MANGUPURA, TIVIBALI.com – Pemerintah Kabupaten Badung menaikkan standar pengelolaan sampah dan perlindungan sosial. Mulai tahun ini, capaian Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber PSBS resmi jadi salah satu indikator penilaian Mangupura Award.
Menegaskan arah kebijakan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat evaluasi PSBS di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis 2/7. Rapat dihadiri Sekda IB. Surya Suamba bersama pimpinan perangkat daerah, camat, perbekel, dan lurah.
Menuntut perubahan perilaku, Bupati menginstruksikan evaluasi jangan berhenti di laporan administrasi. Jajaran kecamatan dan desa diminta memvalidasi data distribusi komposter, sarana pengelolaan, hingga tingkat pemilahan sampah warga. “Yang paling penting adalah memastikan perubahan benar-benar terjadi di masyarakat. Jika sampah organik dijemput rutin, warga akan terbiasa memilah sampah dari rumah dan membentuk budaya baru,” kata Adi Arnawa.
Memprioritaskan APBDes, Bupati mendorong anggaran desa diarahkan untuk operasional sampah. Itu meliputi armada pengangkut, penguatan TPS3R, dan fasilitas pengolahan organik. Penilaian Mangupura Award mencakup pemilahan rumah tangga, optimalisasi TPS3R, pengurangan residu ke TPA, keterlibatan desa adat, sampai peran pelaku usaha.
Mempercepat digitalisasi, Bupati juga menginstruksikan validasi data perlindungan sosial dan implementasi Identitas Kependudukan Digital IKD. Dinas Sosial, Disdukcapil, Diskominfo, camat, dan kepala desa diminta segera memverifikasi data penerima bantuan agar tepat sasaran. Integrasi data kependudukan dan perlindungan sosial diharapkan memperkuat akurasi penyaluran bantuan.
Melaporkan capaian, Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuthi menyebut 91% atau 122.951 dari 134.270 kepala keluarga di 62 desa/kelurahan sudah didata hingga awal Juli 2026. Hasil pemilahan: 17 desa/kelurahan kategori sangat baik di atas 90%, 10 wilayah baik, 22 wilayah menengah, 13 wilayah prioritas di bawah 50%. Badung kini punya 47 unit TPS3R dengan kapasitas kelola 298,2 ton per hari.
Menggerakkan semua sektor, Badung menargetkan mandiri kelola sampah. Dari total timbulan 876,1 ton per hari, 70,2% atau 614,4 ton sudah dikelola. Partisipasi diperluas lewat 207 bank sampah aktif, pembinaan 662 sekolah dengan 99.250 siswa, serta pemilahan di 21 pasar rakyat dan 327 toko modern. “Target kami adalah mewujudkan Badung mandiri dalam pengelolaan sampah. Seluruh sektor harus bergerak bersama,” ujar Made Rai. (mtb)

Tinggalkan Balasan