DENPASAR, TIVIBALI.com – Di tengah disrupsi algoritma dan kecerdasan buatan, LSPR Institute of Communication & Business Bali menggelar Journalism Short Courses Sesi 3 bertema “SEO & GEO Monetization”. Forum ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi jurnalis dan kreator konten untuk bertahan dan bertumbuh di ekosistem media digital.

Head of LSPR Bali, Ni Putu Mahesa Arsita Putri, S.E., AWP, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak SDM media yang adaptif. “Kompetensi teknis saja tidak cukup. Jurnalis hari ini harus paham bagaimana konten ditemukan mesin pencari, dipahami AI, sekaligus menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.

Narasumber utama, Ibnu Yunianto, S.E., M.Med.Kom., Wakil Direktur Radar Bali, mengurai peta baru strategi distribusi dan monetisasi konten. Ia membedakan dua pendekatan utama: SEO dan GEO.

“SEO atau Search Engine Optimization_ adalah fondasi klasik agar konten mudah ditemukan di Google. Sementara GEO atau Generative Engine Optimization adalah keniscayaan baru. Konten kita tidak hanya dibaca manusia, tapi juga diringkas dan direkomendasikan oleh AI. Di sinilah pertarungan visibilitas berikutnya terjadi,” jelas Ibnu.

Menurutnya, media tidak bisa lagi bergantung pada satu sumber pendapatan. Ibnu memetakan 5 model monetisasi yang wajib dikuasai media di era AI: In-Depth Native Content untuk menaikkan durasi dan CPM, Affiliate & Review Produk berbasis data dan pengalaman, skema Paywall untuk konten eksklusif, Archive/Data Licence dengan menjual arsip ke perusahaan AI, serta langganan newsletter premium.

Poin krusial yang disorotinya adalah transformasi Native Ads. “Stop menjual artikel dengan metrik impresi 10 ribu. Ubah menjadi Brand Recommendation Article berbasis GEO. Isinya harus ada wawasan ahli, pengalaman nyata, data, dan sumber terpercaya. Dengan model Base Fee ditambah bonus kinerja, media tidak hanya dapat pendapatan yang berkelanjutan, tapi juga membangun kepercayaan audiens,” tegasnya.

Di sisi pengembangan institusi, Arsita Putri memaparkan sejumlah inisiatif baru LSPR Bali. Mulai dari kelas Bahasa, Pendidikan Dasar, Kepemimpinan, Public Speaking, hingga program English RPL, Jedi, dan IBUS International Business. LSPR juga menyediakan Beasiswa IBUS, program penguatan dosen, dan penguatan jejaring alumni.

Apresiasi datang dari salah satu peserta yang juga praktisi media lokal Bali Ali Wibowo, Pemimpin Redaksi TIVIBALI.com, yang aktif mengikuti rangkaian short course LSPR, menilai forum ini sebagai jembatan penting untuk kemajuan media daerah.

“Kegiatan seperti ini yang dibutuhkan media di Bali. Materinya sangat aplikatif dan langsung bisa diterapkan ke redaksi. Kami ingin media-media baru di Bali naik kelas menjadi media profesional yang punya daya saing nasional. Ini juga bagian dari kontribusi kami untuk kemajuan Bali dibidang edukasi dan literasi publik,” pungkasnya. (MAW)