DENPASAR, TIVIBALI.com – Penyaluran kredit kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah/UMKM di Provinsi Bali terus meningkat. Hingga Juli 2026, porsi kredit UMKM mencapai 50,47% dari total kredit yang disalurkan di Bali.

Kepala OJK Provinsi Bali Bapak Parjiman menyampaikan, pertumbuhan kredit UMKM di Bali tercatat 6,41% secara year on year. Angka ini lebih tinggi dibanding Juni 2025 yang sebesar 3,15%.

“Ini menunjukkan peran UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian di Bali,” ujarnya dalam acara ngorte bareng awak media di Denpasar, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan skema, kredit usaha mikro mendominasi dengan porsi 41,78%. Disusul kredit usaha kecil 38,60% dan kredit usaha menengah 19,62%.

Selain penyaluran kredit, OJK juga mencatat peningkatan literasi keuangan masyarakat Bali. Berdasarkan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 yang dilakukan bersama BPS dan LPS, Indeks Literasi Keuangan Bali mencapai 78,77.

Dengan capaian tersebut, Bali berada di peringkat 3 nasional dari 38 provinsi. Posisi pertama ditempati DKI Jakarta dan kedua Kalimantan Selatan.

“Ini hasil dari berbagai upaya edukasi yang secara konsisten kami lakukan bersama,” kata OJK.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, OJK Bali telah melaksanakan 11.420 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 75.000 peserta.

Untuk menjangkau usia sekolah, OJK juga menggandeng 4 perguruan tinggi di Bali melalui program KKN Literasi dan Inklusi Keuangan. Program ini melibatkan hampir 700 mahasiswa di 9 kabupaten/kota dan menjangkau 58.000 peserta.

Inovasi modul ajar literasi keuangan tingkat SMA/MA yang disusun OJK Bali bahkan masuk nominasi Financial Literacy Award 2026 dan meraih peringkat 2 nasional. (MAW)