BADUNG, TIVIBALI.com – Pemerintah Kabupaten Badung memulai pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat. Dengan total anggaran mencapai Rp2,9 triliun.
Ground breaking dilakukan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Segmen 4 Labuan Sait – Pedati dan trase Pura Kulat – Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Senin (27/7/2026).
Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya proyek. Turut hadir Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda IB. Surya Suamba, dan Sekretaris Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Haeruddin C. Maddi.
Bangun 10,89 Km di Tahap Awal
Bupati Adi Arnawa mengatakan, tahap awal 2026-2027 akan dibangun Jalan Lingkar Selatan dan penataan Simpang Siligita sepanjang 10,89 kilometer. Selain itu juga dibangun Jalan Semer – Teuku Umar Barat sepanjang 4,77 kilometer untuk mengurai kemacetan di Simpang Semer.
Secara keseluruhan, Jalan Lingkar Selatan ditargetkan sepanjang 29,95 kilometer. Untuk wilayah Badung Tengah dan Utara, pemerintah menargetkan pembangunan jalan sepanjang 52,95 kilometer pada 2026-2029.
“Koridor ini akan jadi jalur alternatif. Beban lalu lintas di ruas utama berkurang, dan akses ke permukiman, pusat pelayanan publik, serta destinasi wisata semakin lancar,” ujar Adi Arnawa.
Didukung Warga, Proses Lahan Lewat Musyawarah
Bupati menyebut proses pembebasan lahan sempat ada pro dan kontra. Namun setelah pendekatan persuasif, masyarakat akhirnya mendukung.
“Dapat berjalan. Prinsipnya masyarakat gayung bersambut. Mereka sudah jenuh dengan kemacetan di Badung Selatan sehingga mendukung pembangunan ini,” ucapnya.
Ia optimistis JLS akan mendorong pertumbuhan ekonomi, menaikkan nilai kawasan, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah PAD. Ke depan, Pemkab Badung menargetkan pembangunan infrastruktur dibiayai mandiri dari fiskal daerah.
Koster: Langkah Tepat Jaga Pariwisata Berkualitas
Gubernur Koster mengapresiasi langkah Pemkab Badung. Menurutnya, Jalan Lingkar Selatan (JLS) adalah jawaban nyata atas kemacetan kronis di kawasan pariwisata Badung Selatan.
“Saya bersyukur apa yang direncanakan sejak lama hari ini bisa dimulai. Kawasan ini sangat padat, bukan hanya masyarakat lokal tetapi juga wisatawan. Kemacetan harus diselesaikan agar pariwisata Badung dan Bali tetap berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Koster.
Koster juga memuji keberanian Pemkab Badung membiayai proyek ini dengan dukungan PT Sarana Multi Infrastruktur PT SMI. “Penundaan hanya membuat biaya membengkak. Langkah Pak Bupati sudah di arah yang benar,” tegasnya. (mtb)

Tinggalkan Balasan