DENPASAR, TIVIBALI.com – Pemerintah Kota Denpasar menyalurkan bantuan senilai Rp700 juta bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Pemberangkatan bantuan dilakukan di Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Senin (31/8/2026).
Kegiatan pelepasan dihadiri langsung Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Total bantuan tersebut terdiri dari dana tunai Rp550 juta dan paket sembako senilai Rp150 juta. Bantuan merupakan hasil gotong royong Pemkot Denpasar bersama ASN melalui wadah Korpri serta CSR dari Perumda Kota Denpasar.
Bukti Kepedulian Lintas Daerah
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat NTT.
“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh masyarakat, kami turut berduka cita dan prihatin atas musibah gempa di NTT. Bantuan ini semoga dapat meringankan beban para korban dan menjadi bukti bahwa Kota Denpasar selalu hadir untuk sesama dalam suka maupun duka, sesuai semangat Vasudhaiva Kutumbakam,” ujar Jaya Negara.
Semangat _Vasudhaiva Kutumbakam_ yang berarti “dunia adalah satu keluarga” menjadi dasar Pemkot Denpasar dalam merespons bencana di luar wilayah.
Apresiasi Gubernur Bali
Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah di Bali dalam menghimpun bantuan untuk NTT.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para Bupati, Walikota, serta pihak terkait yang bergerak cepat mengumpulkan bantuan bagi saudara kita terdampak gempa di NTT. Semoga sinergi antar daerah ini memperkuat semangat kebangsaan dan kepedulian kita,” tegas Koster.
Distribusi Difasilitasi TNI
Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra yang memfasilitasi pemberangkatan bantuan menegaskan TNI siap mengawal distribusi hingga ke lokasi terdampak.
“Makorem 163/Wira Satya siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan. Kami akan memastikan bantuan ini sampai ke lokasi terdampak dan tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Sebanyak 9 truk disiapkan untuk mengangkut seluruh bantuan menuju Labuan Bajo sebagai titik konsentrasi, sebelum didistribusikan ke wilayah terdampak lainnya di NTT.
Brigjen Dewa Agung menambahkan, gempa susulan masih berpotensi terjadi sehingga status tanggap darurat kemungkinan diperpanjang. Tahap selanjutnya adalah rekonstruksi berupa pembangunan fasilitas umum dan rumah warga.
“Harapannya bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat NTT yang tertimpa musibah,” tutupnya. (ad/mtb)

Tinggalkan Balasan