DENPASAR, TIVIBALI.com – Pemerintah Kota Denpasar terus menangani dampak kebakaran di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod. Fokus utama saat ini adalah memastikan kesehatan, kebutuhan dasar, dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak terpenuhi.

Dinas Sosial mencatat sebanyak 85 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut. Penanganan dilakukan terpadu bersama BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Damkar dan Penyelamatan, serta OPD terkait lainnya.

“Pada tahap awal semua warga terdampak telah dievakuasi. Meski warga terdampak merupakan warga luar Denpasar, bantuan kemanusiaan tetap kami jalankan,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Gusti Ayu Laxmy Saraswati, didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika.

Laxmy mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen dan pemutakhiran data untuk mengetahui asal warga terdampak, baik dari dalam maupun luar Bali. Hasil asesmen akan menjadi dasar penanganan lanjutan. “Untuk warga yang tidak memiliki penunjukan di Denpasar, kami akan pulangkan ke daerah asal,” jelasnya.

Bantuan dasar mulai disalurkan sejak Selasa (1/9/2026). Warga pengungsi menerima matras, family kit untuk balita, sembako, pakaian layak pakai, alas tidur, dan selimut. Pendataan juga dilakukan terhadap warga yang memilih mengungsi di rumah kerabat agar bantuan tetap tersalurkan.

Selain bantuan fisik, Pemkot juga memberikan layanan kesehatan berkala, terutama bagi warga yang terdampak paparan asap. Pendampingan psikososial terus dilakukan di lokasi pengungsian untuk membantu pemulihan kondisi mental korban.

Sementara itu proses pemadaman hingga Rabu (2/9) siang masih berlangsung. Titik api berada di bawah tumpukan puing dan sampah sehingga sulit dijangkau dari atas. Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggaruk material.

“Tanpa ekskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita semprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk pakai ekskavator baru kita semprot,” kata Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana.

Teknik yang sama pernah diterapkan saat kebakaran di TPA Suwung. Tirana memperkirakan api benar-benar padam pada Kamis (3/9) pagi jika penggarukan berjalan sesuai rencana. Saat ini titik api sudah berkurang dan yang terlihat hanya asap.

Sebanyak sembilan unit armada Damkar Kota Denpasar masih disiagakan di lokasi. Tiga unit armada Damkar Kabupaten Badung juga diperbantukan.

Pemkot Denpasar memastikan penanganan akan dilakukan bertahap mulai dari keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendataan, hingga pemulihan sosial dan psikologis. “Dengan sinergi lintas OPD dan dukungan masyarakat, kami berkomitmen memastikan warga terdampak mendapat pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan,” tegas Laxmy. (ad/maw)