DENPASAR, TIVIBALI.com – Pameran karya digital siswa SMP Sanur menjadi sorotan dalam Gebyar Literasi Kelurahan Sanur. Kegiatan yang digelar di Yayasan Pembangunan Sanur, Sabtu (5/9/2026) dibuka secara langsung oleh Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.
Dalam kesempatan tersebut Ayu Kristi menegaskan, makna literasi saat ini telah berkembang. Literasi tidak lagi sebatas membaca dan menulis, tetapi harus bermanfaat, mencetak generasi kreatif, dan menghasilkan karya bernilai ekonomi.
“Literasi masa kini harus berdaya guna, tujuannya mencetak generasi kreatif serta menghasilkan karya yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ayu Kristi.
Ia mendorong gerakan literasi dilakukan secara masif. Mulai dari kalangan pendidik, orang tua, hingga para Bunda Literasi di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kota dan kabupaten.
“Para Bunda Literasi harus menjadi motor penggerak untuk meningkatkan minat literasi di Kota Denpasar,” ujarnya.
Bunda Literasi Kelurahan Sanur Ny. Ida Ayu Tristya Segara menjelaskan, Gebyar Literasi merupakan bagian dari rangkaian Sanurian Festival ke-3 yang digelar sebagai agenda tahunan.
Berbagai lomba digelar untuk menarik minat masyarakat. Di antaranya lomba kreativitas siswa PAUD, lomba Nyurat Aksara Bali untuk siswa SD, dan lomba membuat klepon yang diikuti anggota PKK se-Kelurahan Sanur.
“Melalui lomba ini kami ingin menunjukkan bahwa literasi juga berdampak pada sektor lain, salah satunya sebagai penopang ekonomi keluarga,” ungkap Ida Ayu Tristya.
Puncak kegiatan adalah pameran produk inovasi siswa SMP Sanur. Sejumlah karya berbasis digitalisasi ditampilkan dan mendapat apresiasi dari pengunjung.
Ayu Kristi menilai karya digital para siswa merupakan bukti nyata bahwa literasi dapat diwujudkan dalam bentuk kreasi yang relevan dengan perkembangan zaman. “Ini dia masa depan literasi. Anak-anak tidak hanya membaca, tapi juga menciptakan,” tegasnya. (ad/maw)

Tinggalkan Balasan