DENPASAR, TIVIBALI.com – Kantor Urusan Agama Kecamatan Denpasar Timur menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H untuk pertama kalinya dilaksanakan KUA Dentim, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi dan penguatan pondasi bagi pelaku ekonomi umat.
Acara tersebut merupakan kolaborasi Pengajian Rutin Bulanan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat dengan peringatan Maulid Nabi. Hadir dalam kesempatan tersebut Plh. Kasi Bimas Islam Kota Denpasar H. Antoni, Penyuluh Agama Islam, Pendamping dari DSM, serta puluhan pelaku UMKM yang tergabung dalam Majelis Taklim Ekonomi Umat.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Muhairuddin, S.Pd.I, dilanjutkan shalawat Nabi dan tausiyah.
Kepala KUA Denpasar Timur H. Hamsun Imtihan, S.H.I dalam tausiyahnya menjelaskan empat sifat wajib Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup, berumah tangga, bekerja, dan berusaha.
Sifat pertama, Shiddiq atau jujur. Mengutip QS. Al-Ahzab ayat 70-71, ia menegaskan kejujuran memperbaiki amal dan mendatangkan ampunan. “Jika ingin memperbaiki rumah tangga, mulailah dari jujur, begitu pula dalam berusaha,” ujarnya.
Kedua, Amanah atau bertanggung jawab. Dalam konteks pelayanan publik, ia mencontohkan kebijakan nikah yang dilaksanakan kantor KUA tidak dipungut biaya. “Nol Rupiah. Itu amanah tugas kami sebagai abdi negara,” katanya. Ia menambahkan, amanah juga mencakup menjaga keluarga, harta, dan jabatan sebagai titipan.
Ketiga, Tabligh atau menyampaikan. Ia memaknainya sebagai budaya transparansi. “Di kantor dan tempat usaha ada laporan, itu tabligh. Dalam rumah tangga juga harus terbuka, tapi tetap ada batasnya,” ujarnya.
Keempat, Fathonah atau cerdas dan bijaksana. Seorang pemimpin dituntut cerdas dalam mengambil keputusan dan menyampaikan dakwah dengan cara yang mudah dipahami umat.
Menutup tausiyah, H. Hamsun mengingatkan pentingnya “jejak amal”. Setiap kebaikan yang ditiru akan menjadi pahala jariyah. Ia mencontohkan tertib lalu lintas dan meluruskan makna sedekah sebagai “burhanun” atau bukti nyata keimanan.
Sebagai penutup dirinya berharap pengamalan empat sifat Nabi itu dapat mewujudkan rumah tangga sakinah, memperkokoh pondasi penguatan ekonomi umat. (MAW)

Tinggalkan Balasan