DENPASAR,TIVIBALI.com – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengajukan Rancangan Perubahan APBD 2026 dan Rancangan APBD 2027 ke DPRD Kota Denpasar. Dua rancangan itu dipaparkan dalam Sidang Paripurna ke-15 di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (10/9/2026).

Sidang dipimpin Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede dan dihadiri 37 anggota dewan dari berbagai fraksi.

Dalam paparannya, Jaya Negara menyebut APBD Perubahan 2026 diproyeksi defisit Rp644,73 miliar. Angka itu melebar seiring kenaikan belanja yang lebih tinggi dari pendapatan.

Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD 2026 ditarget Rp3,26 triliun, naik Rp179,83 miliar dari APBD awal. Kenaikan terbesar disumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melonjak Rp178,73 miliar menjadi Rp2,22 triliun.

Namun di sisi lain, Belanja Daerah juga naik Rp262,40 miliar menjadi Rp3,90 triliun. Selisih defisit Rp644,73 miliar itu rencananya ditutup dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2025.

“Penyusunan ini sudah memperhatikan sinkronisasi kebijakan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, baik menyangkut pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah,” ujar Jaya Negara.

Untuk APBD 2027, Pemkot Denpasar menargetkan Pendapatan Daerah Rp2,89 triliun. Sementara Belanja Daerah dirancang Rp3,35 triliun. Dengan demikian, defisit awal 2027 diproyeksi Rp459,63 miliar dan akan ditutup melalui pembiayaan daerah.

Jaya Negara menegaskan penyusunan anggaran 2027 menggunakan pendekatan berbasis kinerja. Tujuannya untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran.

“Belanja Tahun 2027 kami susun dengan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil, untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran,” katanya.

Penyusunan kedua rancangan itu mengacu pada hasil pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2026 tanggal 12 Agustus 2026 dan KUA-PPAS 2027 tanggal 28 Juli 2026. Pemkot juga menyesuaikannya dengan Kerangka Ekonomi Makro, Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal, serta Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 dan Nomor 17 Tahun 2026.

Di akhir sidang, Jaya Negara meminta masukan konstruktif dari DPRD. Ia berharap pembahasan menghasilkan APBD terbaik untuk keberlanjutan pembangunan Kota Denpasar.

“Saya mengharapkan koreksi yang konstruktif dalam pembahasan nanti, sehingga apa yang kita rumuskan akan memberikan hasil yang terbaik bagi kelangsungan pembangunan Kota Denpasar,” ujarnya. (ad/maw)