SANUR, TIVIBALI.com- Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun memboyong karya perupa Payangan I Wayan Badra saat membuka pameran Himpunan Perupa Payangan (HPP) bertajuk Udhar Banda Karma di Santrian Art Gallery, Jalan Danau Tamblingan No.47 Sanur, Jum’at (18//9/2026) malam.

Karya yang akan diboyong berjudul “Sang Anoman Ketemu Dewi Trijata”, lukisan Acrylic on Canvas ukuran 67 cm x 92 cm tahun 2026. Lukisan tersebut rencananya setelah selesai pameran akan diletakkan di ruang Kantor Bupati Gianyar sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap seniman Payangan.

Lukisan ini mengangkat momen kontroversial nan jenaka dari kisah Ramayana. Anoman duduk bersila dengan senyum mengembang, menatap Dewi Trijata yang digambarkan begitu berani, bahkan sensual, jauh dari pakem wayang klasik. Bertumpu pada estetika tradisi Ubud, karya ini tetap mengusung ornamen khas Bali namun melompat keluar pakem dengan garis ekspresif, distorsi figur berani, serta kontras warna merah menyala, hitam pekat, dan emas berkilau.

Anak Agung Gde Mayun menilai karya Wayan Badra mewakili semangat tema Udhar Banda Karma. “Tema yang diusung memiliki makna yang sangat menarik, ada semangat untuk melihat kembali tradisi. Bukan semata-mata sebagai sesuatu yang harus kita terima secara pasif, tetapi sebagai warisan yang dapat kita renungkan, bangkitkan kembali dan kita kembangkan,” ujarnya.

Santrian Art Gallery dipenuhi karya Seniman dengan wajah khas Bali yang sesungguhnya. Wajah yang sejuk, ramah, santun, penuh kelembutan, dan dalam jiwa mereka terpancar kebajikan, kejujuran, ketulusan.

Seniman itu tergabung dalam Himpunan Perupa Payangan; I Made Dolar Astawa, I Made Suparta, I Nyoman Suandi, I Ketut Arka, I Gede Susilayasa (De Sila), I Nyoman Suardina, I Ketut Sunama, I Wayan Badra, I Gusti Putu Dyatmika, I Made Ariasa, I Made Jongko, Ngakan Ketut Suarbawa, Ngakan Made Sudarsana, I Komang Sudiarta (Loster), I Made Jendra, I Wayan Putrayasa, I Nyoman Sumendra (Rai Sumendra), dan I Wayan Merta. (MAW)