GIANYAR, TIVIBALI.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra turun langsung meninjau pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak 2026 di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Minggu (20/9/2026).

Didampingi Ketua DPRD Gianyar, Kapolres Gianyar, Sekda, Kadis PMD, dan Kaban Kesbangpol, Mahayastra menyisir TPS di enam kecamatan, mulai dari Desa Tulikup, Blahbatuh, Tampaksiring, Manukaya Anyar, Bayad Tegallalang, hingga Payangan.

Dari pantauan di lapangan, proses pencoblosan berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan antusiasme warga yang tinggi.

“Antusias masyarakat sangat terlihat. Di sebagian besar TPS pemungutan suara berjalan baik dan kehadiran pemilih maksimal. Bahkan baru jam 10 pagi kehadiran sudah di atas 90 persen,” ujar Mahayastra saat meninjau di Banjar Bayad, Tegallalang.

Pilkel serentak tahun ini digelar di 26 desa dengan 322 TPS dan melibatkan 145.499 pemilih. Sebanyak 61 calon perbekel bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan desa untuk periode mendatang.

Mahayastra menegaskan, peninjauan ini bukan sekadar memastikan tahapan demokrasi desa berjalan, tetapi juga melihat langsung partisipasi warga. Ia berharap kondusivitas yang terjaga sejak pagi dapat dipertahankan hingga penghitungan suara selesai.

“Siapa pun yang terpilih nanti, tentu kami berharap bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah,” harapnya.

Di tengah tingginya partisipasi, Mahayastra juga menyoroti tantangan berat yang menanti perbekel terpilih. Keterbatasan fiskal daerah menuntut kreativitas pengelolaan keuangan desa.

Menurutnya, pemerintah desa tidak boleh sepenuhnya bergantung pada dana transfer pusat. Potensi lokal harus dioptimalkan untuk memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Keterbatasan dana harus disikapi secara bijak. Masing-masing desa diharapkan mampu mengelola PADes dan terus menggali peluang pendapatan yang ada di desa,” tegas Mahayastra.

Ia menambahkan, setiap desa memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Karena itu pengembangannya harus disesuaikan agar memberi dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan warga.

“Program-program pemerintah kabupaten harus terus bersinergi dengan kebutuhan desa. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di desa harus bisa kita jawab bersama,” ujarnya.

Hingga siang, suasana di TPS yang dikunjungi tetap tertib. Warga datang menggunakan hak pilih sesuai ketentuan. Perbedaan pilihan tidak mengurangi suasana kekeluargaan.

Bupati mengapresiasi warga, penyelenggara, dan aparat keamanan yang menjaga pelaksanaan Pilkel tetap kondusif.

“Kita berharap sampai penghitungan nanti tetap aman, tertib dan kondusif. Apa pun hasilnya, mari kita hormati bersama,” katanya. (ad/maw)