JAKARTA, TIVIBALI.com- Penyakit jantung menjadi penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan, tercatat sepanjang 2015-2025 BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menuturkan penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade, seiring bertumbuhnya jumlah peserta pemanfaatan Program JKN untuk membiayai penyakit jantung juga ikut bertambah, tahun 2015 ada 4,6 juta kasus penyakit jantung yang ditanggung BPJS Kesehatan dengan biaya Rp4,4 triliun, angka tersebut terus bergerak naik hingga pada tahun 2025 jumlahnya mencapai 29,8 juta kasus dan menyedot biaya hingga Rp17,4 triliun.

Jika dibandingkan dengan penyakit kronis lain seperti gagal ginjal, stroke, atau kanker, penyakit jantung merupakan penyakit yang paling besar menghabiskan biaya BPJS Kesehatan, pada rentang waktu yang sama gagal ginjal menduduki urutan kedua dengan total biaya Rp83,8 triliun untuk 81,2 juta kasus, sementara kanker berada di urutan ketiga dengan total biaya Rp66 triliun untuk sekitar 45 juta kasus.

Pada tahun 2025 BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya Rp50,3 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit katastropik seperti jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, dan lain-lain, penyakit katastropik ini menghabiskan 26,42 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan, padahal penyakit kronis rata-rata dapat dicegah melalui perubahan pola hidup sehat dan deteksi dini kesehatan secara rutin.

Memperingati Hari Jantung Sedunia, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya yang dulu diidentikkan dengan lansia kini semakin banyak menyerang usia produktif, karena itu BPJS Kesehatan menggagas Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis Muda untuk menekan angka penderita di bawah 45 tahun, lewat Prolanis Muda BPJS Kesehatan merangkul komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan stakeholders Program JKN lainnya untuk ikut terlibat dalam menggalakkan upaya promotif preventif dengan aktif bergerak.

Skrining Riwayat Kesehatan dilakukan setahun sekali bagi peserta JKN yang berusia 15 tahun ke atas, masyarakat bisa melakukan Skrining melalui Aplikasi Mobile JKN, chat Whatsapp PANDAWA di nomor 08118165165, melalui situs http://www.bpjs-kesehatan.go.id, atau dengan mengunjungi langsung Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama tempat peserta terdaftar, dalam skrining ini peserta akan diarahkan menjawab pertanyaan mengenai gaya hidup, riwayat penyakit diri sendiri, dan riwayat kesehatan keluarga, prosesnya cukup singkat berkisar antara 5 sampai 10 menit. (ad/maw)