BADUNG, TIVIBALI.com – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya sebagai agenda utama pembangunan di tengah derasnya pertumbuhan pariwisata. Komitmen itu disampaikan Bupati I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri puncak Karya Atma Wedana/Nyekah Massal Desa Adat Tuban di Lapangan Basket Desa Adat Tuban, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Rabu (5/8/2026).
Upacara massal yang bertepatan dengan ngekeb, metatah, dan puncak karya ini diikuti 44 peserta sawa nyekah dan 84 peserta metatah. Hadir pula Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Camat Kuta I Made Agus Suantara, Camat Kuta Selatan I Kadek Laksana, Lurah Tuban I Dewa Gede Saka Putra, Bendesa Adat Tuban I Wayan Mendra, jajaran Prawartaka Karya, serta krama desa.
Bagi Adi Arnawa, budaya bukan sekadar identitas. Budaya adalah fondasi yang menopang keberlanjutan ekonomi pariwisata Badung.
“Kekayaan budaya masyarakat bukan sekadar identitas, melainkan fondasi utama yang menopang keberlanjutan ekonomi pariwisata. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai warisan leluhur,” ujarnya.
Ia menyebut saat ini Pemkab Badung mengebut perbaikan infrastruktur, khususnya di kawasan pariwisata. Tujuannya jelas, agar perekonomian daerah meningkat dan masyarakat tetap mampu menyokong kegiatan upacara adat.
“Tiyang tidak henti-hentinya memanjatkan puja astuti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, sehingga upacara Atiwa-tiwa dan Atma Wedana di Desa Adat Tuban ini dapat berjalan lancar. Dengan segala cara saya berupaya membangun infrastruktur yang baik agar perekonomian daerah kita meningkat, sehingga tetap bisa memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan upacara yang dilaksanakan masyarakat,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Pemkab juga menata wajah kawasan strategis penyangga pariwisata. Salah satunya penataan akses luar Bandara I Gusti Ngurah Rai agar lebih rapi dan memberi kesan pertama yang baik bagi wisatawan.
“Dalam waktu dekat kami juga sedang menata akses luar bandara agar tampilannya rapi, tidak kumuh, dan memberikan kesan berbeda bagi orang yang baru datang ke Bali. Daerah kita ini hidup dari pariwisata, PAD Kabupaten Badung pun bersumber dari pariwisata,” kata Bupati.
Di hadapan krama, Adi Arnawa menginstruksikan Camat, Lurah, dan Kelian agar program jaminan sosial serta peningkatan SDM tepat sasaran. “Pastikan jangan sampai ada warga yang memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar dalam program ini,” pintanya.
Bagi Badung, menjaga Bali tetap Bali di tengah arus pariwisata global adalah harga mati. Infrastruktur boleh modern, tetapi akar budaya harus tetap hidup. Karena dari sanalah pariwisata Badung punya daya saing dan keberlanjutan. (mtb)

Tinggalkan Balasan