DENPASAR, TIVIBALI.com- Konsumsi listrik di Bali pada Semester I 2026 tumbuh 7,85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, pariwisata, perdagangan, dan industri.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi UID Bali mencatat penjualan listrik mencapai 4.111,51 GWh hingga Juni 2026. Realisasi itu melampaui target semester I dengan capaian 101,50 persen.

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim menyebut pertumbuhan listrik menjadi indikator ekonomi Bali yang semakin bergeliat.

“Listrik adalah penggerak utama. PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan agar masyarakat nyaman beraktivitas, pelaku usaha produktif, dan iklim investasi di Bali terus tumbuh,” ujar Ajrun, Minggu 13 Juli 2026.

Pertumbuhan penjualan listrik terjadi di hampir semua segmen. Sektor bisnis menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi 1.898,27 GWh atau naik 8,80 persen. Sektor rumah tangga mencatat 1.838,69 GWh atau tumbuh 7,17 persen.

Sektor industri mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,47 persen menjadi 131,65 GWh. Peningkatan didorong hotel dan akomodasi, restoran, perdagangan, serta industri pengolahan air, makanan minuman, dan perikanan.

Kepercayaan masyarakat pada layanan PLN juga meningkat. Hingga Juni 2026 PLN UID Bali menambah 53.943 pelanggan baru atau 132,81 persen dari target. Daya tersambung naik 230,35 MVA atau 117,94 persen dari target.

Untuk menjamin pasokan, sistem kelistrikan Bali memiliki daya mampu 1.518 MW dengan beban puncak 1.234 MW. Cadangan daya masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan pelanggan dan event nasional maupun internasional.

PLN juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Hingga Juni 2026 tersedia 206 unit SPKLU. Terdiri dari 153 unit milik PLN dan 53 unit milik mitra yang tersebar di wilayah strategis Bali.

“Kami optimistis kebutuhan listrik terus meningkat seiring pariwisata dan investasi. PLN siap mendukung melalui pasokan andal dan infrastruktur berkelanjutan untuk Bali yang berdaya saing,” tutup Ajrun. (mtb)