DENPASAR, TIVIBALI.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Sampah Provinsi Bali di Hotel The Meru, Sanur, Denpasar, (9/6/2026). Rakor dipimpin Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat dan membahas langkah konkret penanganan sampah. Sektor perhotelan, restoran, dan kafe atau Horeka di Denpasar dan Badung jadi fokus karena kontribusinya besar terhadap timbulan sampah.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan data terbaru timbulan sampah Badung mencapai 867,1 ton per hari. Sektor Horeka menyumbang 45,5 persen dan rumah tangga 55 persen. Data ini menegaskan sektor pariwisata punya peran besar dalam persoalan sampah Badung dan tidak bisa lepas dari tanggung jawab.
Dulu Badung hanya mengandalkan pola kumpul, angkut, dan buang ke TPA Suwung tanpa pemilahan. Kini pola itu mulai ditinggalkan. Sekitar 660 ton sampah per hari sudah terkelola lewat TPST 3R di sebagian besar desa dan pemanfaatan incinerator yang kini diperbolehkan. Kesadaran masyarakat juga meningkat, sekitar 76 persen sampah sudah dipilah dari sumbernya.
Namun Bupati menyoroti persoalan di sektor Horeka. Ia menilai banyak pihak ketiga pengelola sampah hotel dan restoran belum memiliki sarana pengolahan yang memadai. Akibatnya sampah tetap langsung dibawa ke TPA Suwung. Jika kondisi ini tidak diperbaiki, Bupati menegaskan persoalan sampah tidak akan pernah selesai karena penanganan hanya bertumpu pada akhir.
Karena itu Bupati meminta penanganan dimulai dari hulu. Sektor Horeka didorong mengelola sampah secara mandiri, bukan hanya mengandalkan sistem angkut dan buang. Langkah ini penting agar beban TPA Suwung bisa ditekan dan hanya menyisakan residu untuk dibuang.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan rakor bukan forum saling menyalahkan. Ia meminta pemerintah daerah duduk bersama, menyusun roadmap, dan memperkuat regulasi agar persoalan sampah segera tertangani. Rakor turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta pelaku usaha Horeka di Bali.
Bupati Badung berharap rakor ini melahirkan komitmen nyata dari semua pihak. Tujuannya agar volume sampah yang dibuang ke TPA Suwung dapat ditekan secara signifikan dan hanya menyisakan residu. (mtb)

Tinggalkan Balasan