DENPASAR,TIVIBALI.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau _Bali Gapura Marina_ di Pelabuhan Benoa, Senin (20/7/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan Proyek Strategis Nasional Bali Maritime Tourism Hub / BMTH sebagai gerbang wisata bahari internasional.
Dalam kesempatan tersebut, PT Pelindo memaparkan target pengembangan marina kelas internasional. Tahap awal Benoa akan dibangun dengan kapasitas 188 kapal yacht termasuk super dan mega yacht. Selain itu disiapkan dermaga untuk 5 kapal cruise besar bersandar bersamaan. Seluruh fasilitas dirancang berstandar internasional mulai air bersih, listrik, hingga dock berteknologi terkini.
Pelindo juga menyampaikan 5 dukungan yang dibutuhkan dari pemerintah pusat. Pertama penataan kapal perikanan agar Benoa fokus sebagai pelabuhan wisata. Kedua deregulasi cabotage kapal pesiar, integrasi imigrasi, bea cukai dan insentif yacht. Ketiga penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Keempat perluasan perairan wajib pandu. Kelima penyesuaian RTRW dan Rencana Induk Pelabuhan dari zona transportasi ke komersial.
Menko AHY mengapresiasi dan mendukung penuh proyek ini. Ia menyebut perbaikan regulasi dan iklim investasi kondusif menjadi kunci. Pengembangan tahap lanjutan membutuhkan investasi besar dan ditargetkan operasional penuh pada akhir 2028. Target pasarnya adalah wisatawan domestik dan high spending tourism mancanegara.
Prinsip keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pembangunan wajib memperhatikan kelestarian alam dan budaya Bali serta memenuhi standar sustainability. Penyesuaian RTRW dan RDTR ditegaskan agar Benoa dapat menjadi hub wisata bahari terbesar dan terbaik di Asia Tenggara.
Dari sisi pasar, Menko AHY menyoroti potensi besar industri marina.
“Marina karena memang di tahun 2020 itu kurang lebih hampir 10 ribu yacht yang masuk ke Indonesia. Karena memang negara kita kepulauan sehingga potensi untuk marine tourism cukup besar. Market size-nya secara CAGR 7-9 persen,” ujarnya.
Event seperti Wonderful Sail to Indonesia dan Fremantle to Bali Yacht Rally disebut sebagai penggerak utama.
Selain pariwisata, AHY juga menyoroti peran Benoa sebagai simpul energi.
“Ada terminal BBM, ada terminal LNG, dan ada multifocus. Terminal LNG ini untuk men-support pembangkit yang ada di Pesanggaran, pembangkitnya PLN. Kemudian TBBM ini untuk pemenuhan BBM seluruh Bali dan juga bandara Ngurah Rai,” jelasnya.
Integrasi infrastruktur ini diharapkan tidak mengganggu pengembangan BMTH.
Isu relokasi nelayan turut dibahas. Proses ini sudah direncanakan KKP sejak 3-4 tahun lalu. Penjelasan teknis dan target waktunya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut agar tidak mengganggu masyarakat pesisir.
Mengakhiri kunjungan, Menko AHY menegaskan BMTH Benoa sebagai proyek strategis.
“Hari ini saya sengaja melakukan kunjungan ke Pelabuhan Benoa. Karena merupakan project yang menurut saya strategis bagi pengembangan pariwisata di Bali,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan