DENPASAR,TIVIBALI.com – Pemerintah Provinsi Bali resmi meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan sebagai langkah strategis mencetak generasi muda yang cerdas mengelola keuangan.

Gubernur Bali I Wayan Koster memaparkan program ini di hadapan 3 dewan juri Seleksi Financial Literacy Award 2026 Otoritas Jasa Keuangan OJK secara virtual dari Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026).

“Modul Ajar Literasi Keuangan telah menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Bali. Sebanyak 23.198 peserta didik kelas X pada 193 satuan pendidikan SMA dan MA se-Bali sudah mengikuti pembelajaran ini,” kata Koster.

Menurut Koster, modul ini disusun agar materi yang diterima pelajar lebih seragam dan terukur. Isinya mencakup pengenalan OJK, perbankan, pasar modal, industri keuangan nonbank, hingga kanal pengaduan konsumen.

Untuk memastikan pemerataan, Pemprov Bali juga memanfaatkan Learning Management System LMS Edukasi Keuangan. Dengan begitu, pelajar di wilayah kota maupun desa mendapatkan akses materi yang sama.

“Dampaknya sudah terlihat. Data OJK Provinsi Bali menunjukkan rekening Simpanan Pelajar naik dari 46.567 di Desember 2025 menjadi 104.217 di Mei 2026,” jelas Koster.

Koster menegaskan literasi keuangan penting di era digital yang penuh risiko pinjol dan investasi ilegal. Ke depan, implementasi modul akan diperluas ke jenjang SMK, SLB, SMP, perguruan tinggi, hingga masyarakat melalui program KKN Tematik. (mtb)